Hukum & Kriminal

Penyidik Ditreskrimsus Polda NTB Terus Dalami “Telur Busuk” JPS Gemilang di GNE

Mataram, Talikanews.com – Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, terus mendalami “Telur Busuk” yang merupakan item program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang dijalani PT Gerbang NTB Emas (GNE) untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana P, menyampaikan, khusus item telur busuk dan beras, dirinya sudah turunkan Anggota untuk mendalaminya.

“Saya belum menerima laporan dari Anggota, yang jelas kita dalami sekaligus melakukan pendampingan proses JPS Gemilang ini supaya berjalan sesuai harapan Gubernur,” ungkapnya, Jumat 22 Mei 2020, di ruangannya.

Yang jelas, sudah turunkan tim khusus untuk mendalami dugaan penyimpangan item “telur busuk” yang disalurkan ke masyarakat. “Saya sudah konsultasi dengan Dinas Pertanian mengenai penyebab ulat dalam telur, di akibatkan sudah membusuk, kalau memang telur pecah, tidak mungkin ada ulatnya,” kata dia.

Eka mengaku, penyaluran JPS Gemilang tahap 1, prosesnya dikawal dari awal, mulai dari telur busuk, kemudian masalah lain dalam penyaluran bantuan terhadap masyarakat terdampak Covid-19 dan pendalaman ini merupakan perintah dari Pusat karena ada kaitan dengan dana Covid-19.

” Sudah perintah dari pusat untuk kawal dana Covid-19,” kata dia.

Pendalaman item telur busuk dan beras yang merupakan ranah PT GNE selaku penyedia itu ada indikasi korupsi karena diduga bermasalah. Bahkan sudah menerima laporan soal JPS bermasalah dari Kabupaten hingga Provinsi.

’’Kita menerima laporan soal program JPS di daerah maupun provinsi NTB. Ini kan sangat aneh. Programnya baru berjalan tetapi ada telur yang sudah busuk,” terangnya.

Ia khawatir telur yang didistribusikan kepada penerima itu merupakan barang cuci gudang dari salah satu penyedia. Oleh sebab itu, dirinya tidak main-main kalau soal bantuan untuk masyarakat, apalagi bantuan covid-19, akan diusutnya sampai tuntas.

Selain telur busuk, polda juga akan mengusut pengadaan, Teh Kelor, Beras, Masker dan biskuit susu kedelai. Termasuk pengadaan minyak kayu putih.

“Agak sedikit janggal, apa pentingnya minyak kayu putih. Jangan-jangan ada sesuatu antara pihak pengelola anggaran dengan penyedia,” pungkasnya belum lama ini. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close