Hukum & Kriminal

8 Pelaku Judi Sabung Ayam di Bulan Ramadhan Diringkus Polisi Mataram

Mataram, Talikanews.com – Satreskrim Polresta Mataram ringkus 8 pelaku judi sabung ayam pada Bulan Ramadhan di Jalan Tumpang Sari, Lingkungan Karang Siluman, Kelurahan Cakra Timur, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, Minggu 17 Mei 2020 pukul 15.30 Wita.

Dari 8 pelaku, 1 orang yang bertindak sebagai bandar atau penyelenggara dan 7 pelaku judi sabung ayam. ‘’ Kita temukan judi sabung ayam lagi. 1 orang bandar dan 7 pelaku judinya kita amankan,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Senin 18 Mei 2020.

Dia menyampaikan, penangkapan itu berawal dari informasi bahwa ada judi sabung ayam. Petugas langsung diturunkan ke lokasi, mengetahui kedatangan petugas. Puluhan peserta judi berlari terbirit-birit. Petugas pun berupaya meminta peserta judi untuk tidak meninggalkan tempat.

Mendengar hal itu, 7 orang diantaranya terdiam tanpa melarikan diri langsung diamankan petugas dan 1 orang bandar judi sabung ayam. “Bandarnya itu berinisial INP. Dia selaku orang yang menyediakan tempat,’’ kata dia.

Kadek Astawa menuturkan modus sabung ayam itu yakni, pelaku mengadu dua ekor ayam yang terikat pisau taji dibagian kaki. Kemudian memasang atau mempertaruhkan uang dengan maksud mencari keuntungan sebagai keuntungan.

‘’ Modusnya ini sudah umum. Nanti mereka bertaruh ayam mana yang menang,’’ tuturnya.

Saat penggerebekan, ditemukan banyak barang bukti yang didapatkan petugas seperti 22 ekor ayam jantan, 22 buah kurungan, 6 buah tas ukuran besar tempat ayam, 13 buah tas ukuran kecil untuk tempat ayam, 2 buah pisau taji, 1 buah dompet tempat taji, uang tunai Rp620 ribu dan 16 motor milik pelaku.

“Seluruh barang bukti diangkut petugas menggunakan truk dalmas untuk selanjutnya dibawa ke Mapolresta Mataram. Kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk penanganan kasus ini,’’ terangnya.

Kadek menegaskan, pihaknya tidak berkompromi dengan tindak pidana perjudian. Terlebih dengan suasana wabah corona yang sangat meresahkan masyarakat.

“Kita akan tindak tegas,’’ tegas Kadek. Karena perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close