Bantah Salurkan Telur Busuk, PT GNE Siap Buktikan ke Ditreskrimsus Polda NTB

Mataram, Talikanews.com – PT Gerbang NTB Emas (GNE) bantah telah salurkan beras rusak dan telur busuk pada item Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap 1 untuk masyarakat terdampak Covid-19. Bahkan, siap membuktikan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda.

“Kami pastikan tidak ada beras dan telur yang diterima masyarakat dalam kondisi pecah atau busuk dan mengenai rencana Polda dalami, jika diminta keterangan tentu kita siap saja,” bantah Direktur PT GNE, Samsul Hadi, Rabu (13/05).

Dia mengatakan, adanya rencana Polda menelusuri dan menduga ada bau tidak sedap di JPS Gemilang itu mungkin karena adanya pemberitaan yang tidak dikonfirmasi ke pihak GNE atau karena sempat ramai di Sosial Media (Sosmed). Padahal telur yang pecah atau rusak tetap diganti.

“Nanti nggak bagus juga kalau saya bilang Polda terburu-buru menilai. Dalam proses awal, Polda juga turun mengkroscek barang yang akan didrop ke Gudang-gudang,” kata dia.

Menurut Samsul Hadi, mungkin niatnya Polda bukan begitu. Lebih kepada menginformasikan bahwa telur yang diterima masyarakat dalam kondisi baik.

“Aneh-aneh saja, dalam pelaksanaan, barang yang diterima oleh Desa ada berita acaranya di kita dan harus diterima dalam kondisi baik. Jika ada yang rusak barangnya juga langsung diganti, ada berita acaranya lagi,” ujarnya.

Dia mencontohkan, di Kabupaten Lombok Timur, sudah 100 persen tersalurkan dan jika ada komplain, tim bisa dihubungi oleh Desa dan Dinsos Kabupaten/Kota. “Kan ada tim kita dilapangan untuk mereka sampaikan jika terdapat ada item tidak bagus,” cetusnya.

Samsul Hadi menambahkan, GNE telah melakukan tiga proses pemeriksaan sebelum JPS Gemilang itu disalurkan. Bahkan, tahap I yang diinisiasi oleh Pemprov NTB hampir rampung.

Setiap paket JPS Gemilang berisi sembako senilai Rp. 250.000/KK, berupa beras kualitas premium 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter serta paket masker dan suplemen (masker non medis 3 buah, susu kedelai/serbat jahe, minyak kayu putih/minyak cengkeh 10 ml, sabun cair 65 ml / sabun batang).

“Bantuan tersebut akan diberikan selama 3 bulan sejak April sampai dengan Juni 2020,” tegasnya.

PT. Gerbang NTB Emas (GNE) selaku penyedia yang ditunjuk oleh Gubernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi NTB, lanjutnya melaksanakan item pengadaan telur sebanyak 2.100.000 butir, yang diambil dari peternak se-NTB.

Ia mengatakan, dalam penghimpunan telur dan pendistribusian dilakukan tiga tahap sortir atau pemeriksaan.

“Pertama saat pembelian, kedua saat pemeriksaan resmi oleh petugas dari Dinas Sosial dan ketiga saat pendistribusian yang dilakukan secara bersama oleh pemberi (petugas dari GNE) dan penerima barang (Petugas kelurahan/desa). Jika ada kerusakan barang maka akan langsung diganti,” tuturnya.

Hadi kembali memaparkan, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang diterima oleh PT GNE dari Dinas Sosial Provinsi bahwa tanggung jawab pengiriman barang dari penyedia dilakukan ke Kantor Desa/Kelurahan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima yang di tanda tangani oleh Pihak Desa/Lurah.

Berita Acara Serah Terima (BAST) ditanda tangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat yang mewakili setelah barang/telur yang dikirim dinyatakan diterima dalam kondisi baik dan tidak rusak/busuk. Selanjutnya pendistribusian barang dilakukan oleh pihak Desa/Lurah.

Samsul Hadi menegaskan, sebagai tanggung jawab moral bila ada kerusakan telur setelah pengiriman ke kantor Desa/Lurah maka PT GNE telah menyiapkan mekanisme penggantian telur bila terjadi kerusakan dengan langsung menghubungi petugas pengirim barang yang datang ketempat tersebut.

Terakhir, Hadi mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah ikut mengawal program JPS Gemilang yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Bila mana ada kekurangan kami sebagai salah satu penyedia yang dipercaya pada JPS Gemilang periode I ini siap untuk saling mengkoreksi sesuai dengan hukum yang berlaku di wilayah republik Indonesia termasuk bila ada laporan oleh para pihak yang tidak sesuai,” kata dia.

Disinggung terkait berapa total harga pengadaan beras dan telur? Hadi belum memberikan penjelasan detail, malah meminta untuk dibantu bangun berita yang sejuk. “Jangan fokus di telur busuknya saja ton,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button