Imigrasi Mataram Dalami Sponsor WNA India Diduga Konsultan Sirkuit MotoGP yang Meninggal Dunia

Mataram, Talikanews.com – Imigrasi Mataram, rupanya mendalami indentitas juga panggil sponsor WNA asal India, Anil Kumar Panda yang diduga Konsultan di PT. INACON dalam rangka pembangunan Sirkuit MotoGP KEK Mandalika Lombok Tengah.

Dimana, Anil Kumar Panda (55), diketahui meninggal dunia di Illira Lite Hotel kamar 117, pada Senin 04 Mei 2020 yang belum diketahui penyebabnya.

Kepala Imigrasi kelas I TPI Mataram, Syahrifullah mengatakan, belum menerima laporan dari anggotanya, sehingga langsung perintahkan mereka untuk mencari tahu.

“Apakah benar dari India dan bekerja disana, akan dicek,” ungkapnya, Senin (04/05).

Dia juga akan mendalami bahkan panggil sponsor perusahaan yang mendatangkan WNA asal India itu.

“Saya memang belum sempat monitor, karena pandemi virus Corona,” kata dia.

Setelah mencoba melacaknya, Syahrifullah akhirnya menemukan bahwa, KITAS atas nama Anil Kumar Panda, dikeluarkan di Jakarta. Dimana, izin tinggal terbatas elektronik NIORA E1U1RGJ10204,
Permit Number 2C11EC0162-T,
Stay/Multiple Entries Permit Expiry,02-09-2020 dan Stay Permit Index yakni IB

Adapun alamat yang tertera pada izin tersebut yakni di jalan Rinjani GG Palem Kampung Amen Tebero, RT 008 RW 002, Kelurahan Leneng Kecamatan Praya, Lombok Tengah.

Dalam surat itu ada catatan penolakan, menurut pasal 71 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Imigrasi, setiap perubahan status sipil, kewarganegaraan. Pekerjaan, penjamin, atau perubahan alamat harus dilaporkan ke Kantor Imigrasi Lokal dalam waktu dekat, kedua, Izin Tinggal Terbatas ini (online) harus dilampirkan pada Paspor pengangkut setiap saat.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP. Priyo Suhartono membenarkan ada WNA India meninggal dunia di Illira Lite Hotel yang berada di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.

“Ia memang, kemarin hari Minggu ada di temukan WNA Asal India yang meninggal dunia di kamar hotel,” tuturnya, Senin (04/06).

Priyo pun membeberkan kronologisnya, Anil Kumarpanda sudah menetap di Hotel tersebut khususnya kamar nomor 117 selama 4 (empat) bulan. Anil bekerja sebagai Konsultan di PT. INACON dalam rangka pembangunan Sirkuit MotoGP di Desa Kuta.

Menurut keterangan dari saksi menjelaskan, 4 (empat) bulan terakhir, Anil hanya beraktifitas di Desa Kuta dan kembali lagi ke Hotel. Kemudian menurut keterangan dari saksi lain, sekitar dua minggu yang lalu Anil mengeluh sakit pada bagian ulu hati kemudian berobat ke RSUD Praya dan diberikan obat oleh pihak RSUD Praya.

Oleh sebab itu, Priyo menyimpulkan, dari keterangan saksi, Anil rutin mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter tanpa minum air putih melainkan mengkonsumsi obat sambil minum-minuman beralkohol.

Sementara itu, Pelaksana Tugas BPBD Loteng Murdi juga tim Satgas Covid-19 Loteng, belum berani memastikan apa penyebab kematian Anil.

“Kami belum berani menentukan penyebab kematiannya kita tunggu hasil pemeriksaanya aja,” terang Murdi

Atas kejadian itu pihak Medis RSUD Praya bersama dengan Pihak Kepolisian Resort Lombok Tengah mengevakuasai jenazah ke RSUD Praya tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (TN-red)

Related Articles

Back to top button