Aneh!!, Pendamping PKH di Lombok Barat Terima Bantuan Sembako JPS Mantap

Foto: ilustrasi warga miskin

Lombok Barat, Talikanews.com – Aneh tapi nyata, beberapa penyuluh Program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menerima bantuan sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap yang di anggarkan pemerintah daerah setempat bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19.

Hal itu dibuktikan dari daftar penerima bantuan tercantum nama Khaerul Hisam, Saleh Hambali, Santi Agustiarini dan Marlianis Saleha. Mereka ini diketahui merupakan penyuluh PKH di Lobar.

Terhadap hal itu, Kepala Lingkungan Dasan Geres Selatan, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Muhammad Maliki membenarkan hal demikian.

“Nggeh (iya) memang benar pak, data ini datang dari Dinas Sosial Kabupaten dan katanya sudah di SK kan oleh pak Bupati, ini yang jadi masalah di Lingkungan juga Kelurahan dan kami sebagai Kaling sangat dipojokkan akibat data itu,” ungkapnya, Sabtu (02/04).

Dia mengaku, untuk sementara ini, dirinya sebagai Kaling dan pihak Kelurahan akan verifikasi data tersebut, karena data ini sangat tidak layak dan banyak nama dobel penerima yang tidak layak menerima bantuan itu,” kata dia.

Menurutnya, nama-nama penerima yang merupakan penyuluh PKH itu merupakan warganya dan tidak layak menerima bantuan sembako masyarakat terdampak Covid-19 ini. Hal itu sebabkan karena, mereka masuk katagori ekonomi menengah yang sudah mempunyai pendapatan.

“Banyak yang tidak layak dapat bantuan dan nama dobel. Mohon kiranya Dinas Sosial tidak sewenangnya memberikan data tanpa konsultasi dan koordinasi dengan kami di bawah. Karena, kami lah yang menjadi sasaran masyarakat atas kesalahan data dari Dinas terkait,” keluhnya.

Lurah Dasan Geres, Hulaifi dikonfirmasi menyampaikan, untuk nama-nama pendamping PKH yang masuk data penerima JPS Mantap itu diterima dari Dinas Sosial Kabupaten, Kelurahan tidak pernah mengusulkan nama-nama tersebut.

“Kalau di bantuan JPS Gemilang nama-nama pendamping PKH itu tidak ada sebagai pnerima bantuan. Hanya di JPS Mantap Lobar saja,” ujarnya.

Saat ini, dirinya sedang proses verifikasi dan validasi data dari para Kaling untuk menentukan apakah layak dan tidaknya sebagai penerima bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 itu.

Hulaifi menegaskan, belum berani menyalurkan bantuan itu karena kartu JPS Mantap itu belun diterima dari Dinsos, terlebih syarat pencairan di Bumdes atau Koperasi adalah Kartu JPS. Untuk sementara waktu, paket sembako sudah disediakan, namun dirinya khawatir telur itu akan rusak jika tidak segera disalurkan.

Yang jelas lanjutnya, data awal yang diterimanya sebanyak 263 KK, setelah diverifikasi yang dianggap layak menerima sebanyak 237 KK. “Malah data kedua kami terima 257 KK, ini yang sedang kami verifikasi dan validasi ulang,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button