Ombudsman Sarankan Pemda di NTB Fokus Perketat Social Distancing dan Pintu Masuk

Mataram, Talikanews.com – Ombudsman RI Perwakilan NTB, sarankan kepada pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat, supaya lebih perketat social distancing dan pintu masuk. Penekanan itu demi antisipasi potensi terus berkembangnya pandemic Covid-19.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTB, Adhar Hakim mengatakan, melihat peluang terbaik yang sebaiknya dilakukan Pemprov NTB serta pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi pandemik Covid-19 adalah dengan terus menerus memperketat pintu masuk menuju NTB serta perkuat pelaksanaan social and physical distancing.

Untuk mendukung proses penanganan Covid 19 di NTB, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB bersama Ombudsman RI telah melakukan assessment kesiapan rumah sakit di setiap daerah termasuk di NTB dalam menangani pandemic Covid-19.

Dia mengaku, Assessment itu menunjukan permasalahan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pengambilan Spesimen, ketersediaan logistik pelayanan kesehatan, sampai dengan anggaran biaya untuk penanganan Virus Covid-19 adalah tantangan yang harus terus diperbaiki.

“Termasuk kesiapan kantong jenazah yang tidak mudah tembus di satu atau dua rumah sakit yang juga minim,” ungkapnya Selasa (07/04) di Mataram.

Oleh karena itu Ombudsman RI Perwakilan NTB menilai pilihan yang bijak jika kita bersama-sama terus mengupayakan memperketat pintu masuk NTB dan social distancing, dari pada membuka peluang kian beratnya perkerjaan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di NTB.

Seperti diketahui belakangan ini di sejumlah titik masih terlihat kondisi ketidak patuhan sejumlah pihak untuk mematuhi himbauan melaksanakan social distancing dan physical distancing.

Padahal hal tersebut sangat beresiko Virus Covid–19 atau corona menular dengan cepat. Ketidakpatuhan masyarakat juga dibarengi ketidaktegasan dari aparat keamanan untuk membatasi kontak langsung diantara masyarakat.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang terjangkit Virus Covid-19 akan terus bertambah di wilayah NTB.

Data terakhir per tanggal 6 April 2020 menunjukkan peningkatan dengan jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid–19 sebanyak 10 orang yang tersebar di 4 (empat) kabupaten/kota, bahkan satu diantaranya meninggal dunia.

Sementara jumlah Pasien dengan Pengawasan (PDP) berjumlah 93 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2.992 orang.

Menurut Adhar, apabila aktifitas berkumpul dan menjaga jarak masih terus berlanjut maka penularan Covid-19 masih akan terus terjadi, sementara kondisi rumah sakit rujukan belum cukup mampu untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

Kondisi ini tentu tidak ideal bagi tenaga medis yang menjadi ujung tombak penanganan terhadap pasien yang terkena Virus Covid–19, bahkan peluang tenaga medis terpapar virus tersebut sangat besar.

Hal itu terbukti di beberapa wilayah di Indonesia, sejumlah tenaga medis positif terpapar Virus Covid–19, bahkan cukup banyak yang meninggal dunia.

Dengan demikian, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong agar aparat kemananan memperketat penerapan social distancing/physical distancing dan masyarakat mematuhi himbauan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membatasi aktifitas.

Selain itu pemerintah daerah mempersiapkan anggaran yang cukup dan memadai khususnya untuk memenuhi ketersediaan peralatan kesehatan dan membekali tenaga medis menggunakan APD yang sesuai dengan standar agar tidak menjadi bagian pasien yang terpapar Virus Covid–19.

“Kalau boleh memilih, kita lebih baik memilih wilayah tempur kita adalah pintu masuk dan pengetatan pengawasan social distancing. Dalam kondisi seperti saat ini tidak bijak kita mengandalkan fasilitas sebagai wilayah tempur kita,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button