Keterbatasan Tenaga, Disnakertrans Loteng Kesulitan mendata TKI yang Pulang Kampung

Lombok Tengah, Talikanews.com– Dinas Ketenagakerjaan dan Teransmigrasi Kabupaten Lombok Tengah mengaku kesulitan mendata Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Loteng yang pulang kampung karena keterbatasan tenaga.

“Jujur, kami kesulitan mendata TKI yang pulang setiap hari dari luar daerah maupun luar negeri karena keterbatasan tenaga yang di miliki. Terlebih tidak punya tenaga khusus untuk hal itu,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, H Masrun, Kamis (02/04)

Dia mengatakan, kalau pun keterbatasan tenaga, Dinas terus berupaya memutus mata rantai penularan covid-19 dengan memantau kepulangan tenaga kerja yang datang dari luar daerah maupun luar negeri itu.

Saat ini, pemerintah sudah mewajibakan setiap tenaga kerja yang pulang dari luar daerah maupun luar negeri harus diperiksa kesehatanya.

“Setelah di periksa kesehatan, mereka harus karantina selama 14 hari,” kata dia.

Masrun menyampaikan, pada Senin kemarin (01/04) ada Tiga orang tenaga kerja magang di Jepang asal Loteng pulang kampung, yakni atas nama Tupik Hidayat asal Tandek, Desa Labulia Kecamatan Jonggat, kemudian Andi Wasis asal Pemotoh Barat, Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang dan Supardi asal Desa Penujak Kecamatan Praya Barat.

Ketiga pekerja ini status magang G to G di Jepang dan saat ini di Karantina oleh Provinsi NTB.

“Kepulangan pekerja magang G to G di Jepang melalui BIL, langsung di Karantina oleh Pemerintah Provinsi NTB,” tutupnya.(TN-03)

Related Articles

Back to top button