Update Kondisi ODP dan PDP Terkonfirmasi Gugus Covid-19 Provinsi NTB

Mataram, Talikanews.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB merilis update kondisi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) per hari Minggu 29 Maret 2020.

Kepala Pelaksana BPBD NTB juga Tim Gugus Covid-19 Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa, sampai saat ini, data jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara komulatif sebanyak 938 orang. Dari jumlah itu yang sudah lepas dari pemantauan sebanyak 230 orang, sehingga masih ada sebanyak 708 orang dalam status ODP.

Data yang sama menyebutkan, jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) di NTB secara komulatif tercatat sebanyak 43 orang. Dari jumlah itu, yang sudah selesai pengawasan sebanyak 19 orang, sehingga tersisa 24 kasus PDP.

Dimana, data PDP yang dinyatakan telah meninggal dunia sebanyak 4 orang yakni 1 orang di Kabupaten Bima dan orang lagi Warga Negara Asing (WNA) dan 2 orang PDP yakni di Kota Mataram.

“Terhadap 2 orang di Kota Mataram, belum bisa dinyatakan positif, namun swab sudah diambil untuk uji laboratorium dan hasil laboratoriumnya akan di umumkan secara terbuka apabila sudah keluar dari Litbang Kes Kemenkes RI,” ungkapnya, Minggu (29/03) di Mataram.

Khalik menjelaskan, berdasarkan update tersebut, artinya dari 19 orang dinyatakan PDP yang sudah selesai Pengawasan, terdiri dari 4 orang yang telah meninggal dunia tersebut.

Sementara, 2 orang sudah terkonfirmasi bahwa meninggal bukan karena Covid-19 dan 2 orang lagi yakni, asal Kota Mataram masih menunggu hasil laboratorium, serta 15 orang sisanya dalam keadaan sembuh.

Khalik menjelaskan yang dimaksud Orang Dalam Pemantauan (ODP) merupakan orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

“ODP merupakan orang yang sempat bepergian ke negara atau daerah lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona.
Selain itu, seseorang yang pernah berkontak langsung dengan orang atau pasien positif corona juga dapat dikatakan sebagai ODP,” tegasnya.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ialah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) / riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

“Dalam hal ini, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang masuk dalam kategori sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien). Seseorang dikatakan PDP juga apabila terlihat menunjukkan gejala sakit, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini mengatakan, jumlah ODP meningkat karena Pemerintah Provinsi NTB, koordinasi dan komunikasi tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, termasuk sinergitas antar Pemda Kabupaten/Kota terus melakukan pengetatan dan peningkatan kewaspadaan di sejumlah pintu masuk.

Terlebih lanjutnya, Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga sudah menerbitkan maklumat tentang kewajiban isolasi diri bagi warga masyarakat dari luar NTB atau luar negeri yang masuk ke wilayah NTB.

“Jadi standar protokolnya memang begitu. Mereka yang datang dari luar daerah atau luar negeri diperiksa, dan kalau ada riwayat bepergian ke daerah terpapar maka akan masuk dalam status ODP karena harus dipantau. Ini menyebabkan jumlah ODP meningkat, tapi ODP bukan pasti positif,” katanya.

Saat ini lanjutnya, Pemprov NTB terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah NTB. Edukasi, sosialisasi dan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan bersama dengan Pemda Kabupaten dan Kota di NTB.

Menurutnya, yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Terutama dalam hal penerapan sosial distancing, menerapkan pola hidup sehat, dan menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak.

“Jadi peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Perlu kesadaran bersama untuk memerangi penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bisa mengakses informasi dari kanal-kanal resmi pemerintah, untuk mencegah kepanikan karena hoax dan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 : http://corona.ntbprov.go.id. (TN-red)

Related Articles

Back to top button