Gubernur NTB: Saatnya Lockdown Diri untuk tidak Panik, Tetap Waspada

Mataram, Talikanews.com – Gunernur NTB, Dr Zulkieflimansyah berterima kasih kepada para sahabat yang mengusulkan Lockdown, penutupan pelabuhan dan bandara, dan usulan itu menjadi perhatian. Hanya saja, jika mau Lockdown saat itu sudah terlambat, lebih baik Lockdown diri sendiri untuk tidak panik, tetap waspada terutama tetap di rumah dan hindari keramaian.

Sapaan Dr Zul itu menyampaikan, tanpa Lockdown saja, pergerakan penumpang keluar masuk ke NTB melalui Bandara dan Pelabuhan secara alamiah sudah menurun dan sangat terbatas.

Maskapai penerbangan dan Kapal-kapal sudah mengurangi bahkan meniadakan jadwal penerbangan. Bahkan ada beberapa screeningnya sangat ketat.

“Jangan berasumsi virus itu dari luar datangnya. Padahal virus itu sudah di tempat kita dan bersama kita. Lebih baik kita tetap waspada, jaga kebersihan, atur pola hidup sehat, makan dan istirahat yang cukup, berolah raga supaya segar, saling menguatkan dan persiapkan hal-hal teknis isolasi kalau ada saudara kita yang kebetulan terpapar,” ungkapnya.

Gubernur terus mengingatkan supaya masyarakat jaga jarak dan batasi bermedia sosial. Karena, terlalu banyak berargumentasi dan sharing berita yang mencemaskan justru melemahkan daya tahan dan menguras modal sosial.

“Mulai dari rumah dan desa-desa kita, ayo bersihkan rumah dan lingkungan masing-masing, usahakan buat desinfektan sendiri, buat masker sendiri,” imbuhnya.

Gebernur juga meminta kepada semua pihak terutama masyarakat NTB supaya sebarkan informasi atau berita yang saling menguatkan, tentunya terus hati-hati dan waspada.

“Insya Allah semua ini akan berlalu. Setelah kesulitan, akan hadir banyak kemudahan,” ujarnya.

Dia mengaku, komunikasi dengan pemerintah pusat, pemda daerah terkait antisipasi virus corona sangat baik, bahkan kompak.

Tapi yang menjadi persoalan dan kaji disaat Lockdown yakni bagaiman mengizinkan angkutan transportasi yang membawa hasil pertanian ke luar seperti pisang, cabai dan lainnya.

Sehingga, kalau Lockdown, jelas semua komoditi ini akan busuk. Begitu halnya dengan barang-barang lainnya.

“Begitu juga yang masuk ke tempat kita, banyaknya barang-barang dan komoditas,
manusia yang lewat pelabuhan sudah sangat sedikit dan ini screeningnya sangat ketat,” tuturnya.

Banyak yang bilang ayo Lockdown kecuali barang dan komoditas saja. Padahal, dalam prakteknya tanpa menyebut Lockdown kenyataan di lapangan sudah seperti itu.

“Kemarin karena isu Lockdown di NTB akhirnya banyak pesawat membatalkan penerbangan,” kata dia.

Padahal lanjutnya, perang sebenarnya adalah perang di benak dan di pikiran diri sendiri untuk melawan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan

“Ayo hadapi virus ini dengan banyak berdoa, bermunajat pada Yang Maha Kuasa. Biasakan hidup sehat, makan dan istirahat yang cukup, berolah raga dan bikin suasana lebih segar dan penuh optimisme. Saya yakin, ini semua ujian untuk kita semua naik kelas dan jadi lebih kuat,” tutup politisi PKS ini. (TN-red)

Related Articles

Back to top button