Nusa Tenggara Barat Aman dari Virus Corona

Mataram, Talikanews.com – Sampai saat ini, belum ada masyarakat Nusa Tenggara Barat yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Itu berarti, Daerah dikenal seribu masjid ini masih aman dari isu virus asal Tirai Bambu tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhadini Eka Dewi menyampaikan, sampai saat ini, tidak di temukan ada korban yang positif terpapar virus corona (Covid-19) khususny di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meski demikian, di imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, kalau siaga darurat bencana non alam di Provinsi NTB.

Eka menjelaskan, demi memberikan penanganan yang lebih baik kepada masyarakat, Dinas Kesehatan NTB telah bersurat ke Kementrian Kesehatan RI agar dapat melakukan tes secara mandiri sehingga hasil tes Covid-19 dapat lebih cepat dan lebih efisien dalam penanganannya.

Dimana, ada dua Laboratium yang siap melakukan tes secara mandiri yaitu Laboratorium Genetik Tehno Park Kabupaten Sumbawa dan Laboratorium Biomedis Litbang RSUD Provinsi NTB.

Secara Sumber Daya Manusia (SDM), sangat bisa jika tes mandiri virus corona itu dilakukan, namun secara aturan administrasi, belum mengantongi izin, sehingga saat melaksanakan pengcekannya di Surabaya.

“Kita sudah bersurat ke Kementrian dan semoga saja kita bisa melakukan pengecekan secara mandiri di NTB,” ungkapnya Kamis (19/03).

Eka menegaskan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19) dirinya terus menghimbau kepada masyarakat NTB untuk meminimalisir kontak dan kepada masyarakat, yang tetap beraktivitas supaya menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, kalaupun belum ada masyarakat dinyatakan suspect.

Dia menambahkan, sejauh ini Dinas Kesehatan Provinsi NTB sendiri telah mengisolasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di ruang Isolasi Rumah Sakit sebanyak 14 orang. Sebanyak 10 orang dinyatakan Negatif dan 4 orang masih dalam pengawasan (PDP).

Adapun rincian, satu orang dari Kabupaten Lombok Utara, dua orang dari Kabupaten Lombok Timur dan satu lagi Kabupaten Dompu. Terhadap hal itu, Dinas kesehatan Provinsi NTB telah melakukan Karantina di Graha Mandalika, di Rumah Sakit, di Hotel dan di rumah masing-masing sebanyak 114 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Rinciannya yakni , sebanyak 86 orang dinyatakan negatif, kemudian 28 orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Terhadap lokasi karantina pasien Covid 19 yakni di Rumah Sakit satu orang, Karantina di hotel berjumlah dua orang, selanjutnya Karantina di rumahnya sebanyak 23 orang terdiri dari, di Lombok Barat Enam orang, KSB satu orang, di Mataram 12 orang, di Lombok Tengah dua orang, Lombok Timur satu orang, di Dompu satu orang dan di Kota Bima sebanyak dua orang.

“Mengenai libur anak sekolah selama 14 hari itu kecuali yang melaksanakan ujian nasional bertujuan melindungi keselamatan masyarakat NTB dari bahaya Penyebaran Virus Corona (Covid-19),” kata dia.

Disatu sisi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menekankan untuk tetap melaksanakan pengawasan secara terus nenerus di jalur keluar masuk wisatawan. Yang jelas, bukan berarti NTB dalam status Lockdown. Karena, keamanan ditingkatkan dengan melakukan disinfeksi secara rutin di tempat umum dan memperketat pengecekan terkait ODP dan PDP baik di Bandara maupun Pelabuhan.

“Terkait Covid 19 ini tidak semua bisa dilakukan pemerintah untuk penanganannya. Oleh karena itu mari kita secara bersama-sama menangkal kejadian luar biasa ini dengan cara perlakukan hidup bersih dan sehat (PHBS),” pintanya.

Menyangkut isu kelangkaan hand sanitazier dan masker yang ada di masyarakat NTB saat ini di harapkan tidak membuat panik masyarakat.
Hal tersebut sudah ditangani oleh stake holder terkait, kelangkaan sendiri di karenakan kekurangan pasokan bukan dikarenakan adanya penimbunan yang dilakukan oknum atau pelaku usaha

“Untuk pencegahan, masyarakat bisa membuat sendiri hand satizer di rumah. Masyarakat juga bisa mengikuti pencegahan sederhana yang sudah disosialisasikan pemerintah maupun berbagai media yang ada,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button