Polda NTB Turunkan Tim Cyber Crime Periksa Pembuat Video Suspect Virus Corona

Mataram, Talikanews.com – Ditreskrimsus Polda NTB melalui Subdit V Ciber Crime bergerak cepat turunkan Tim ke Polres Sumbawa untuk asistensi Unit Tipiter Reskrim Polres Sumbawa dalam penanganan kasus pembuatan video suspec virus corona melalui chanel YouTube, tanggal 8 Maret 2020.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol, Artanto, dalam kasus penyebar dan pembuat video tersebut, penyidik telah memeriksa enam orang yang diduga melakukan pembuatan video suspec virus corona di Sumbawa yang sempat viral.

Adapun oknum tersebut

1. RH als KM (21) merupakan onorer DLLAJ, alamat RT.01,RW. 06, Dusun. Perung, Desa Kerekeh, Kecamtan Unter Iwes, Sumbawa.

2. A M,S.Ikom als AC, (22) thn, honorer Pemda Kabupaten Sumbawa, asal Kebayan Gang Tambora III RT.02,RW.09, Kelurahan Brangbiji

3. IS als IC, (22) asal Jalan Osap Sio 2, Kelurahan Umasima.

4. FM als FT, (22) Mahasiswa UTS Fakultas Biotek, alamat RT 01, RW. 06, KP. Turi Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi dan Kos-kosan Belakang Kantor Imigrasi Sumbawa, Desa Labuan Sumbawa.

5. IS Als IL, (29) asal Kampung Bajo, Dusun Kali Baru, Desa Labuan Sumbawa.

6. GF Als GL, (17) pelajar SMKN 2 Sumbawa, asal RT 03,RW. 02, Gang Puspita Kelurahan s
Samapuin.

“Dari hasil pemeriksaan 6 orang terduga pelaku mengakui bahwa Video tentang susvec virus Corona di Taman Mangga Kabupaten Sumbawa yang disebarkan melalui chanel Yuotube adalah dibuat oleh mereka dan disebarkan melalui Chanel Yuotube,” ungkapnya Senin (09/03).

Artanto menjelaskan, sekitar awal bulan Februari 2020 mereka merencanakan pembuatan Video sebagai sosial experimen terhadap kasus virus Corona, dan 6 orang tersebut berbagi peran, RH sebagai kameraman dan editor, FM sebagai asisten cameraman, AM sebagai Aktor yang baru pulang dari China, IS sebagai aktor warga sekitar, IS sebagai aktor warga sekitar, GF sebagai aktor Korban.

Adapun Barang Bukti yang diamankan berupa 1 unit Kamera Panasonic, 1 unit Mic Rode, 1 buah Tas Gunung yg digunakan pada saat pembuatan Vidio.

Untuk meredam keresahan di masyarakat terhadap 6 orang tersebut penyidik telah melakukan langkah agar para pelaku membuat video permintaan maaf dan disebarkan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bahwa akibat dari pembuatan vidio suspec virus corona menimbulkan keresahan dan juga akan berdampak hukum terhadap pembuat.

“Kita juga suruh buat surat pernyataan untuk tidak membuat conten-conten yang meresahkan masyarakat,” kata dia.

Dengan banyaknya kasus-kasus serupa, Artanto mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati membuat Video atau Conten-conten serta comen-comen yang mengarah kepada pelanggaran Hukum karena Polri akan berindak tegas terhadap mereka yang dengan sengaja membuat keresahan dimasyarakat lewat media sosial. (TN-red)

Related Articles

Back to top button