Polda NTB Ringkus Calo Perdagangan Anak di Bawah Umur

Mataram, Talikanews.com – Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB meringkus tersangka calo perdagangan anak di bawah umur, pada hari Senin tanggal 13 Januari 2020, di Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

Adapun tersangka inisial NS alias AS (35) asal Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penangkapan dilakukan berdasarkan LP: Nomor: LP/37/II/2020/NTB/SPKT, tanggal 5 Februari 2020, korban inisial SR (17) asal Kabupaten Lombok Barat

Kronologis kejadian, tersangka NS alias AS menawarkan korban yang masih di bawah umur bersama 2 (dua) orang temannya untuk bekerja di Luar Negeri tujuan Arab Saudi sebagai pembantu dengan di iming-iming gaji sebesar Rp. 7.000.000.

Korban juga dijanjikan akan diberikan uang pesangon sebesar Rp 3 juta, setelah itu korban ditampung di rumah tersangka. Selain SR, tersangka juga sudah menampung Empat korban lainnya sekitar 4 Hari di Rumahnya Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah.

” Setelah di tampung kemudian tersangka menyewa mobil untuk membawa calon TKW ke Bandara, yang akan di terbangkan menuju Jakarta bersama Lima orang lainnya,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Senin (17/02).

Artanto melanjutkan kronologis itu, setiba para calon TKW itu di Jakarta, akan diserahkan ke salah satu PJTKI yang menjadi agen kerjasama tersangka.

“Karena terlalu lama tidak diberangkatkan ke Arab Saudi membuat korban merasa tidak betah berada di Jakarta akhirnya korban di pulangkan dengan menggunakan pesawat,” kata dia.

Artanto juga membeberkan proses penangkapan terhadap tersangka, pada tanggal 14 Februari 2020 di Kantor Desa Kediri Desa Kediri, Lombok Barat. Adapun
Barang Bukti yang di amankan 2 lembar Ijazah Sekolah, dan 2 Unit Handphone.

Akibat perbuatan NS dikenakan pasal 6 dan atau Pasal 10 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo 53 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Saat ini, NS di ancam hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahu dan denda paling sedikit Rp. 120 juta, paling banyak Rp. 600 juta.

“Saat ini tersangka di Tahti Polda NTB,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button