Sosial

Wagub siapkan Aplikasi Mitigasi Bencana “SiagaNTB”

Mataram, Talikanews.com – Mengedukasi masyarakat dalam hal menghadapi bencana merupakan keharusan dan tidak bisa ditunda-tunda. Bertujuan agar memahami betul apa potensi-potensi bencana yang ada di daerahnya. Bahkan tidak lagi dalam skup daerah, namun sampai di tingkat desa bahkan dusun akan potensi bencana apa yang bisa terjadi.

Pentingnya edukasi dan mitigasi tersebut, membuat Pemerintah Provinsi NTB sedang menciptakan sistem mitigasi bencana yang lengkap berupa aplikasi bencana dinamakan “SiagaNTB”, didalamnya berisi semua potensi bencana yang ada di daerah.

Tidak hanya itu, ada juga pengetahuan tentang kebencanaan, serta memuat apa saja yang bisa dilakukan dan siapa yang bisa dihubungi jika terjadi bencana.

“Aplikasi ini bisa didownload oleh seluruh masyarakat NTB,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, saat mengisi acara dialog “kentongan” RRI Mataram, Selasa (11/02).

Sapaan Rohmi itu berharap, adanya aplikasi “SiagaNTB” itu, masyarakat mengetahui potensi bencana yang ada, kemudian cara menyikapi ketika terjadi bencana alam.

Rohmi Djalilah menegaskan, program edukasi mitigasi bencana merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda-tunda. Apalagi mengingat bencana gempa bumi yang terjadi Juli-Agustus 2018 di NTB.

Baca juga :  Galian C Tanah Beak Di Soal Warga

Bencana itu telah memberi pelajaran yang luar biasa berharganya. Dari peristiwa tersebut, semua pihak mulai belajar betapa pentingnya mengenali potensi bencana serta memiliki sistem mitigasi yang baik terhadap bencana.

“Kalau itu bencana alam yang diakibatkan oleh manusia kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan secara promotif dan preventif,” kata dia.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana edukasi. Bahkan ke depan ia berharap, semua hotel memanfaatkan teknologi untuk menyajikan program “SiagaNTB” untuk informasi terkait kondisi alam dan cuaca di NTB, supaya mengetahui segala potensi yang akan terjadi.

“Kita harapkan kedepan hotel-hotel menyediakan TV dengan chanel khusus untuk siaga NTB itu,” harapnya.

Selain itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan terus bersinergi dalam memberikan edukasi melalui dunia pendidikan. Saat ini pemerintah Provinsi NTB melalui pendidikan SMA yang sesuai dengan kewenangannya telah memberikan edukasi terkait mitigasi bencana. Sedangkan untuk usia dini seperti PAUD, TK, SD dan SMP, pemprov akan bersinergi melalui MoU dengan Kabupaten/Kota terkait edukasi mitigasi bencana.

Baca juga :  Data ODP di NTB Bertambah, Lima PDP Meninggal Dunia

“Intinya kami menyadari, baik pemprov dan kabupaten/kota bahwa edukasi mitigasi bencana sejak usia dini dangat penting,” ujarnya.

Diharapkan juga, melalui edukasi mitigasi bencana harus dilakukan sejak usia dini hingga perguruan tinggi, agar masyarakat sadar ketika ingin membangun rumah, agar lmemperhatikan kekuatan struktur bangunan. Tidak lagi hanya mementingkan segi estetikanya saja.

“Pada peristiwa gempa kemarin kita bisa lihat, ada bangunan yang tidak begitu bagus, tapi strukturnya kuat, dia tidak rusak, hanya retak saja. Artinya dalam membangun struktur harus lebih penting dari finishing,” tuturnya.

Diakhir acara, Wagub mengapresiasi program “Kentongan” RRI Mataram dan berharap program ini akan terus berjalan dan konsisten sebagai sarana untuk memberikan informasi dan edukasi terkait bencana kepada masyarakat. “Kita sangat butuh program yang konsisten untuk mengedukasi masyarakat,” tutupnya. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close