Hukum & Kriminal

Polres Lotim Ungkap Kasus Penipuan dan Penggelapan Bermodus “Investasi Dollar”

Lombok Timur, Talikanews.com – Penyidik Polisi Resort Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, ungkap laporan kasus penipuan dan penggelapan bermodus investasi dollar bodong.

Terbongkarnya kasus binsis Investasi dollar bodong itu setelah adanya Laporan Polisi Nomor : LP / 485 / VII / YAN.2.5. / 2019 / Res. Lotim, anggal 23 Juli 2019, tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP atas laporan dari korban Zaeni (38) tahun, Dusun Padamara, Desa Batuyang, Pringgabaya

Dimana, Zaeni telah melapor Kamaludin alias Kamal Bin Amaq Suhdi, (39) warga Dusun Dasan Lendang, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya.

Adapun modusnya sesuai keterangan Zaeni bahwa ditawari cara mendapatkan uang lebih banyak dengan cara bisnis Investasi Dollar oleh temannya yakni Saharudin alias pak Linda, warga Dusun Rumbuk, Desa Batuyang, Pringgabaya.

Setelah dijelaskan panjang lebar mengenai bisnis Investasi oleh pak Linda. Tinggal 11 Maret 2019, Zaeni datang ke rumah Kamaludin meminta penjelasan mengenai bisnis Investasi Dollar itu.

Kamaludin pun langsung menjelaskan keuntungan bisnis Investasi kepada Zaeni dan membuatkan Zaeni akun untuk mengikuti bisnis Investasi Modal. “Nama akun itu zaeni81 dengan pasword zzzz81 melalui aplikasi VBData,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombespol Artanto, Rabu (16/01).

Artanto menyampaikn, setelah Zaeni mendengar penjelasan dari Kamaludin, saat itu juga Zaeni langsung menanam modal sebesar Rp. 1.500.000, ke Kamaludin dengan dijanjikan memdapatkan Dollar sebesar $ 10 Dolar. Akan tetapi pada saat itu, Kamaludin menyarankan Zaeni untuk menanam modal lebih banyak agar keuntungan semakin banyak.

Akhirnya Zaeni mengikuti saran itu menanam modal sampai pada saldo terakhir sebesar Rp. 16.956.000, dengan saldo dollar sebesar $ 900 Dolar.

Baca juga:  1 Ons Shabu Seharga Rp 91 Juta Dalam Waktu Dua Hari

“Pengakuan Kamaludin bahwa terhadap saldo milik Zaeni yang di investasikan tersebut akan mendapatkan keuntungan apabila ada perusahaan yang berasal dari Beijing ingin membeli dolar,” tutur Artanto menceritakan kronologis.

Akan tetapi lanjutnya, sampai saat ini dolar atau saldo Zaeni tidak ada yang membelinya. Sedangkan modal Zaeni melalui akun VBData tersebut tidak ada atau hangus, akhirnya Zaeni merasa ditipu oleh Kamaludin, sehingga menempuh jalur hukum dengan cara melaporkan ke Polisi.

“Penyidik sudah memanggil Tiga orang saksi yakni, Suhaeri, Saharudin dan Sayuti, untuk memperkuat bahan keterangan,” kata Kabid Humas Polda NTB pengganti Kombes Purnama.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebuah kepingan CD berisi rekaman video, bukti transfer, rekening koran Bank BRI dan Kartu ATM Mandiri.

“Saat ini penyidik dan penyidik pembantu masih melengkapi administrasi penyidikan guna dilakukan tahap I untuk dilimpahkan ke Kejaksaan,” tutupnya (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button