Hukum & Kriminal

BNNP NTB Tangkap 2 Kg Sabu dan 3 Pelaku Lintas Provinsi di Senggigi Lombok

Mataram, Talikanews.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil mengamankan 2 kilogram narkotika jenis sabu dan menangkap tiga orang pelaku lintas provinsi, di wilayah wisata Senggigi Lombok, pada Sabtu (04/01).

Kepala BNNP NTB, Irjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, menyampaikan bahwa jajarannya berhasil menggagalkan transaksi barang haram seberat 2 kilogram beserta amankan 3 pelaku yang merupakan jaringan antar provinsi, di jalan raya Senggigi depan Aruna Hotel, Lombok Barat, pada Sabtu (04/01) pukul 11.15 wita.

Dia menjelaskan, awal tahun 2020, BNNP ungkap peredaran sabu di wilayah wisata Senggigi. Pelaku yang diamankan inisial RR jenis kelamin Laki-laki, tempat tanggal lahir Idi Raya, Aceh Timur, 17-6-1987, asal jalan Dusun Panah, Kecamatan Kotajuang, Kabupaten Bireun, Provinsi DI Aceh. Kemudian, FF jenis kelamin Laki-Laki kelahiran Alas, 25-10-1992, asal Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Besar, dan BHA jenis kelamin Laki-laki, kelahiran Alas, 11-09-2000 alamat jalan Kesra IV, Perumnas, Sekarbela Mataram.

“Nah, BHA ini mahasiswa salah satu universitas di Mataram, dia merupakan sepupu FF yang di amankan saat ikut kendarai kendaraan, belum ada keterlibatan. Tapi masih ditahan untuk di dalami,” ungkapnya Senin (06/01).

Dia menjelaskan, BNNP NTB mendapat informasi bahwa akan terjadi transaksi
atau penyerahan narkotik jenis shabu yang dibawa oleh RR menggunakan transportasi pesawat dari Aceh. Saat tiba di Mataram akan diserahkan kepada pemesan atas nama FF yang merupakan residivis, belum satu bulan keluar dari Lapas Sumbawa.

Sekitar pukul 11.15 wita, akan serah terima barang diduga natkotika jenis sabu dipinggir jalan raya Denggigi Didepan Hotel Aruna Senggigi dan setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti narkotika jenis shabu sebanyak 6 paket bungkus plastik yang diperkirakan seberat 2 (dua) Kilogram.

Selanjutnya ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Barang Bukti yang disita 6 (enam) paket bungkus plastik bening berisikan diduga narkotika jenis shabu atau metamfetamin dengan berat bruto yang diperkirkan 2 kilogram. 1 (satu) buah koper warna coklat, 1 (satu) unit Handphone merek samsung warna puti, 1 (satu) unit HP merk Vivo warna hitam, 1 (satu) unit Hp merk samsung warna hitam, 1 (satu) unit Hp merk Oppo A5s warna biru, 1 (satu) unit hp nokia warna hijau, 1 (satu) unit sepeda motor honda scoopy warna merah hitam nopol DK 6021 ABP dan timbangan digital.

Atas ulah RR dan FF dikenakan pasal 114 (2) atau pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika” ancaman pidana mati, penjara eeumur hidup, bisa juga penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun, denda minimal Rp 1 Miliar, maksimal 10 miliar.

“Jika di uangkan dari jumlah BB yang ada dengan harga pasaran pergram shabu di NTB yakni sekitar Rp. 1,5 juta maka harga shabu ini sebesar Rp 3 Miliar dan jika 1 gram dikonsumsi 6-5 orang maka BNN Provinsi NTB telah menyelamatkan 11.820 jiwa masyarakat NTB,” cetusnya.

Disinggung bagaimana sabhu bisa lolos di Bandara yang penjagaan ketat. Kabid Berantas BNNP NTB, AKBP Denny Pribadi menyampaika, yang bisa di deteksi X-ray itu adalah barang mengandung air keras atau barang yang membahayakan penumpang.

“Mungkin lolos karena cara kemasan bagus. Tapi, kita mampu tangkap sebelum di kirim ke Sumbawa. Kami sedang lakukan pendalaman siapa saja yang terlibat,” tutupnya.(TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close