Sosial

Kondisi Eks Warga Pondok Perasi Lombok Memprihatinkan, Relawan ACT-MRI bagikan Nasi Bungkus

Mataram, Talikanews.com – Pasca eksekusi lahan, kondisi puluhan warga eks Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup memprihatinkan.

Ditambah lagi melihat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam perayaan tahun baru membuat mereka terpaksa tidur di tenda pengungsian digenangi air setinggi mata kaki di lapangan Bintaro.

Semua perabotan dan perlengkapan rumah tangga yang mereka letakkan di tenda darurat ikut terendam sehingga mengakibatkan mereka sulit untuk menyiapkan kebutuhan makanan sehari-hari.

Hal itu membuat relawan ACT-MRI membagikan puluhan paket makan siang atau nasi bungkus kepada warga yang bertahan di lokasi pengungsian sementara yang berjumlah 48 KK pada Kamis (02/01) sekitar pukul 14.00 Wita.

Warga yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan itu mengaku agak kesusahan menyesuaikan diri tinggal di lokasi pengungsian. Apalagi ditengah hujan yang rutin menyambangi Mataram setiap hari selama sebulan terakhir.

Salah seorang pengungsi, Solihin menyampaikan kondisi pengungsi yang dilanda hujan membuat tenda-tenda tergenang air.

Baca juga :  Buntut Kualitas Sembako, Gubernur NTB Bertemu Ketua Pertuni, Ini Penjelasannya

“Banyak pengungsi sudah Lansia kami ungsikan sementara di lokasi yang aman, kami takut akibat curah hujan yang tinggi membuat genangan semakin tinggi,” ungkapnya.

Dia berharap kepada pemerintah Kota Mataram supaya memperhatikan nasib warganya. Karena, tidak mungkin para pengungsi hidup selamanya di pengungsian.

Relawan ACT – MRI, Wawan, menuturkan kondisi para pengungsi yang sangat memprihatinkan. Hal itu membuat para relawan terus berikhtiar membantu semampunya supaya mencukupi kebutuhan warga.

Kondisi seperti ini juga mengancam kesehatan para Lansia dan Balita yang juga tinggal di lokasi tenda darurat.

“Semoga dalam waktu dekat kami bisa mengadakan pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian,” kata dia.

Untuk diketahui, warga RT 08 Pondok Perasi itu telah eksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mataram karena lahan tersebut milik Ratna Sari Dewi, berkekuatan hukum tetap (inkrah). Kalaupun lahan itu sudah ditempati warga sejak puluhan tahun silam. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close