Hukum & Kriminal

Polda NTB Libatkan Satgaswil Densus 88 Dalami Irfan yang Menerobos Penjagaan

Mataram, Talikanews.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, libatkan Satgaswil Densus 88 untuk mendalami Irfan Arahman (50) asala Karang Sukun Mataram.

Pelibatan Satgaswil Densus 88 Polda NTB itu lantaran Irfan menerobos masuk Mako Polda menggunakan sepeda motor tanpa melapor dipenjagaan SPKT pada hari Rabu 1 Januari 2019 sekitar pukul 14.30 Wita.

Kronologis kejadian, pada hari Rabu 1 Januari 2019 sekitar Pukul 14.30 Wita, seseorang tidak dikenal diduga dalam kondisi mabuk menggunakan sepeda motor masuk menerobos penjagaan depan Polda NTB, oleh petugas penjagaan dan piket dilakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku.

Setelah dilakukan pengamanan dan interograsi, ternyata bernama Irfan Arahman (50) beralamat di Karang Sukun Jalan Rebana No.11 Mataram NTB, pekerjaan pengangguran.

Adapun barang bukti yg berhasil diamankan petugas yakni, dua bilah pisau dapur dan pisau lipat, ditemukan dalam saku celana. Kemudian, 1 unit sepeda motor honda astrea plat EA 3473 AR warna Hitam.

Atas kejadian tersebut petugas melakukan langkah-langkah seperti nelakukan upaya paksa pengamanan terhadap pelaku, mengamankan Barang Bukti, melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi saksi.

Tidak hanya itu, melakukan pengembangan terhadap pelaku, melakukan penggeledahan badan dan rumah pelaku, begitu juga koordinasi dengan ketua RT dan warga tentang perilaku keseharian pelaku. Terakhir, koordinasi dgn Satgaswil Densus 88 NTB untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap kemungkinan pelaku masuk jaringan kelompok radikal.

Baca juga :  Jajaran Korem 162/WB Dukung Gelar Operasi Patuh Gatarin 2020 Polda NTB

“Setelah kami lalui tahapan itu, terutama hasil koordiansi dengan Satgaswil Densus 88. Hasilnya bahwa, Irfan tidak masuk jaringan kelompok radikal,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Senin malam (01/01).

Artanto menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diperoleh keterangan dari Rahmi (56) status kakak kandung pelaku, menerangkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 8 tahun lalu. Begitu juga jawaban dari Intan sumarni (45) status istri pelaku, menyampaikan suaminya itu mengalami gangguan jiwa sejak 8 tahun lalu.

“Irfan juga mengaku habis minum 2 botol tuak dan belum bisa memberikan penjelasan alasan masuk ke Mako Polda NTB karena masih bingung. Iya keterangan berubah-ubah kareja kondisi mabuk,” kata dia.

Rencana selanjutnya kata Artanto, penyidik akan tetap melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap pelaku, berkoordinasi dengan RS Jiwa untuk dilakukan observasi melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close