Kasat Narkoba Polres Loteng Sayangkan Sikap BNNP NTB terkait Operasi tanpa Koordinasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kasat Narkoba Polres Loteng AKP. Dhafid Shiddiq, mengapresiasi langkah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB beberapa hari lalu di wilayah hukum Polres Loteng.

Semangat dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkotika hingga menyisir tempat penyewaan game online, warnet dan playstation patut diacungi jempol. Namun langkah itu sangat disayangkan tidak adanya koordinasi dari pihak BNNP ke Polres Loteng selaku pemegang Wilayah.

“Saya tidak tau ada pengungkapan penyalahgunaan narkoba oleh BNNP beberapa hari lalu. Mungkin BNNP khawatir Informasi penggerebakan bocor atas dasar itu tidak berkeordinasi dengan Polres Loteng, tetapi saya jamin malah akan kami Backup,” ungkapnya Selasa (26/11).

Dia mengaku bahwa wewenang BNNP meliputi seluruh kabupaten/kota melakukan razia atau operasi, terlebih aturannya tidak mesti harus berkeordinasi dengan pihak kepolisian.

“Aturanya tidak mesti harus berkeordinasi tetapi alangkah baiknya jika saling berkoordinasi bisa saja nantinya kita bantu,” kata dia.

Informasi terkait adanya belasan penyalah gunaan narkoba yang berhasil di ungkap BNNP, Dhafid mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tau siapa dan berapa orang penyalahguna narkoba yang berhasil di amankan oleh BNNP saat itu,” cetusnya.

Untuk itu kedepan pihaknya berharap kepada BNNP NTB agar selalu koordinasi dengan pihak kepolisian. Dengan tujuan pengungkapan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan secara maksimal.

“Saya harapkan kedepan keordinasi pihak BNN dengan pihak kepolisian semakin di tingkatkan dengan tujuan yang sama dalam pemberanta
sa narkoba,” tutupnya.

Sebelumnya BNNP secara mendadak menggerebek Kota Praya Sabtu, 23 November 2019 sekitar pukul 21.00 – 03.00 Wita. Hasilnya 11orang dinyatakan positif Narkoba.

Aksi inspeksi mendadak yang dilakukan BNN NTB Bidang P2M BNNP NTB berdasarkan Surat Perintah Kepala BNNP NTB Nomor: Sprin/401/XI/Ka/Cm.01.00/2019/BNNP-NTB tanggal 23 November 2019 tentang melaksanakan Deteksi Dini di Lingkungan Masyarakat itu membuat pengunjung Penyewaan Game Online, Warnet playstation Fery Net dan 5 lokasi lainnya di Kota Praya kaget.

Aparat BNNP langsung melokalisir tempat itu akibatnya para pengunjung tak bisa berkutik.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, langsung memimpin kegiatan operasi itu dan menyisir 6 lokasi antara lain Wide Net, Nano Net, Telkom Praya, R Game Playstation, Fery Net, dan G max dengan hasil dari total 91 orang pengunjung yang dilakukan tes urine teradapat 11 orang yang positif menggunakan narkotika jenis shabu, dengan rincian G max net Praya sebanyak 3 orang positif Met.

Kemudian di Fery net Praya sebanyak 1 orang positif Met, R game PlayStation Praya sebanyak 27 orang negative, Telkom Praya sebanyak 3 orang positif Met, Wide Net Jl. Rinjani Praya sebanyak 8 orang Negatif, dan Nano Net Jl. Jend Sudirman nomor 89c Praya sebanyak 4 orang positif met.

Kepala BNNP NTB menyampaikan bahwa hal yang menonjol dari Razia kali ini yakni dari 11 orang yang positif menggunakan shabu tersebut masih ditemukan 2 orang pelajar yakni SMA kelas 1 dan SMP kelas 3 serta rata-rata warnet di Praya belum memiliki ijin yang sah dari pemerintah.

“Kurangnya perhatian dan pengawasan keluarga mengakibatkan adik-adik kita menggunakan narkoba dan menggunakan jasa Penyewaan Game Online, Warnet, Playstation untuk menghabiskan waktu pasca menggunakan narkoba,” tegas Sugianyar (TN-tim)

Related Articles

Back to top button