Hukum & Kriminal

Tak Boleh Ada Tambang, Polda NTB Tetapkan 9 Tersangka

Mataram, Talikanews.com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol Nana Sudjana tegaskan, tidak boleh ada lagi penambangan ilegal apalagi merusak ekosistem yang mendukung pariwisata.

Nana Sudjana menyebutkan, ada sembilan orang dalam satu bulan terakhir ditetapkan sebagai tersangka dalam pertambangan ilegal disejumlah titik di NTB. Penahanan mereka sebagai bentuk upaya hukum yang dilakukan Polda dalam tambang ilegal yang masih mereka lakukan.

Mengingat komitmen pemerintah provinsi bersama aparat penegak hukum tidak boleh lagi ada tambang ilegal yang terjadi sehingga jika masih ada yang ngeyel tentunya dilakukan tindakan tegas.

“Sembilan orang sudah ditetapkan tersangka sudah diamankan mereka dari Sumbawa dan Sumbawa Barat,” ungkap Kapolda di Mataram.

Kapolda sendiri tidak bisa berspekluasi apakah ada bos besar yang bermain dalam galian pertambangan tersebut sehingga masyarakat masih ngotot beraktivitas. Polda mengaku masih melakukan pendalaman.

“Soal bos besar masih diselidiki. Targetnya tidak ada lagi galian,” tegasnya.

Intinya, APH akan tangkap penyulai bahan baku (sianida). Beberapa lokasi titik tambang ilegal di NTB sudah ditutup seprti di Prabu Pujut Lombok Tengah sudah terpasang larangan melakukan aktivitas galian. Terlebih Prabu dekat dengan kawasan pariwisata sehingga banyak dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi dunia pariwisata. Tidak hanya di bebrapa titik tambang ilegal di Sekotong Lobar diakui Sudjana sudah dipasang Police Line.

“Memang beberapa titik lagi belum kami tutup karena banyak. Yang jelas sudah menajdi komitmen bahwa kita akan cegah,” paparnya.

Menurut Sudjana dalam tambang ilegal ini telah dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas menyudahi kegiatan tambang tanpa izin baik di provinsi maupun di Kabupaten kota. Mereka dari unsur TNI POLRI dan juga Pemda. Dalam mencegah aktivitas mereka tim melakukan sosial pengawasan bahan kimia lalu dilakukan penegakan hukim.

“Tapi diutamakan upaya cegah suplai sianida karena ini sudah puluhan tahun harus dicegah,” tegasnya.

Tambang ilegal sangat berdampak kurang baik bagi pariwisata apalagi saat ini semangat pariwisata sedang terlihat maka harus segara dibangkitkan, distinasi harus runing. (TN-04)

Related Articles

Back to top button