Sosial

Kado Satu Tahun Pasangan Gubernur NTB, PMII Gelar Aksi dan Sebut Gagal

Mataram, Talikanews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi demontrasi bentuk kado satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yang dinilai gagalan menjalankan program untuk masyarakat.

“Zul-Rohmi gagal total sebagai pemimpin NTB. Ini terlihat, pada satu tahun saja memimpin, dari sekian program prioritas hanya retorika saja, tidak ada terealisasi,” ungkap Pengurus PKC PMII Region Bali Nusra, Fadillah didepan Kantor Gubernur NTB, Kamis (19/9).

Dia menyatakan, sebelumnya pasangan Zul-Rohmi berjanji akan terbuka kepada masyarakat khususnya mengenai anggaran, begitu juga akan hajatkan pembangunan bagi masyarakat. Faktanya, mengangkat stafsus sebanyak 41 orang yang digaji melalui APBD NTB sebanyak 2,9 miliar per tahun.

Fadil menambahkan persoalan rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa bumi. Banyak yang belum tuntas, tapi dalam laporan capai sekian persen. Buktinya, kalanagan PMII justru berikan masyarakat program. Anehnya, PMII dipersulit oleh oknum pemerintahan.
Program Zero waste dimulai sejak tahun 2019 yang menghabiskan uang daerah. Program itu dinilai tidak jalan karena konsep tidak jelas, namun kembali dianggarkan tahun 2020.

“Sampai saat ini program itu tidak jelas, malah muncul dugaan korupsi yang dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTB,” cetusnya sembari menegaskan progam zero waste hanya untuk memperkaya oknum pejabat bukan perhatikan pejuang sampah yang benar peduli sampah.

Fadil juga membongkar program beasiswa ke Luar Negeri. Mestinya pemerintah menjamin kehidupan peserta pendidikan disana, malah keberangkatan mereka bukan untuk sekolah melainkan menjadi perawat yang merawat orang tuan jompo di Korea Selatan.

Ditambahkan Ketua Cabang PMII Kota Mataram Herman Jayadi. Kepemimpinan Zul-Rohmi gagal total sebagai kepala daerah. Alasanya, semua visi – misi NTB Gemilang tidak ada menandakan gemilang.

Herman menambahkan soal program beasiswa. Harusnya gubernur meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Malah, terkesan pemerintah provinsi tidak punya tanggung jawab, kepada mahasiswa di Korea yang terlantar.

“Kenapa gubernur tidak kirim 1000 guru ke desa biar merata dan keberadaan guru di desa akan mampu tingkatkan SDM,” tutupnya sambil menegaskan, NTB Gemilang tidak ada menunjukkan kepedulian terhadap kepemudaan. Jika Zul pernah jadi aktivis apalagi jadi Presma UI pasti peduli pemuda.

Untuk diketahui, hampir empat jam para mahasiswa gelar aksi dan berorasi depan kantor Gubernur, namun belum ada pejabat yang menemui mahasiswa. Selang beberapa menit kemudian Asisten III Setda NTB Hj Hartina diminta temui massa aksi namun ditolak.

Dengan adanya perwakilan pejabat tersebut, para mahasiswa sebut Gubernur NTB “pengecut” karena tidak temui massa. Aksi demo itupun sempat ricuh dengan aparat kepolisian lantaran saling dorong. (TN-04)

Related Articles

Back to top button