Sosial

Mendarat di BIL, Pesawat Rinjani Air Terbakar, 15 Penumpang Meninggal

Lombok Tengah, Talikanews.com – Insiden terbakarnya Pesawat Rinjani Air tipe Airbus A320 PK – PVH dengan flight number SA095, membuat seluruh pengunjung Bandara Internasional Lombok kaget. Bagaimana tidak, saat melakukan pendaratan di sekitar landas pacu yang mengangkut 154 orang penumpang dan 8 crew langsung terhempas kemudian terbakar. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 15 orang meninggal dunia, 23 luka berat, 31 luka sedang dan 85 lainnya luka ringan.

“Seluruh korban ditangani sesuai dengan prosedur penanganan korban saat kejadian darurat. Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-104 PT. Angkasa Pura I (Persero) yang akan digelar di Bandara Internasional Lombok yang digelar rabu malam,” ungkap General Manager Bandara Internasional Lombok Nugroho Jati, Rabu (7/8).

Dia menjelaskan, Latihan itu melibatkan sedikitnya 504 personel yang terdiridari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari PT. Angkasa Pura I (Persero), TNI/POLRI, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pemadam Kebakaran Lombok Tengah, serta beberapa rumah sakit dan puskesmas di sekitar Bandara Internasional Lombok.

Rangkaian latihan terbagi dalam tiga latihan, yaitu latihan untuk menguji kesigapan Aviation Security, simulasi Airport Disaster Management Plan (ADMP) exercise, serta simulasi kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise).

Di samping penanganan pada saat kejadian, dalam PKD ini juga terdapat skenario penanganan pasca kejadian, yakni penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters and meeters serta latihan penanganan terhadap media (media handling) saat kondisi darurat.

“Latihan ini merupakan bagian dari upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) serta meningkatkan fungsi komunikasi, koordinasi, dan komando.

Diharapkan dengan adanya latihan ini, para personel di Bandara Internasional Lombok dapat menpertajam kemampuannya dalam menghadapi keadaan darurat sesuai tugasnya masing-masing,” kata dia.

Direktur Operasi Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menyampaikan, PKD kali ini memiliki tantangan tersendiri karena salah satulatihan dilakukan pada malam hari untuk meningkatkan kesigapan personil menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu.

“Latihan ini menjadi bukti komitmen LIA yang senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam memberikan pelayanan jasa kepada para pengguna bandar udara. Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat ini, juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat,” ujarnya.

Setiap dua tahun sekali, setiap bandara yang dikelola Angkasa Pura I melaksanakan latihan PKD. Simulasi penanggulangan keadaan darurat di Bandara Internasional Lombok ini, merupakan latihan PKD ke-3 yang diadakan oleh Angkasa Pura I di tahun 2019.

Sebelumnya, latihan PKD telah diadakan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Setelah di Bandara Internasional Lombok, PKD akan digelar di Bandara Frans Kaisiepo Biak bulan September 2019.(TN-04)

Related Articles

Back to top button