Hukum & Kriminal

Jual Sabu Dikalangan Pelajar, Guru SD Narmada Diringkus Polisi

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Narmada Lombok Barat berinisial KE (48) bersama suaminya GN (46) diringkus tim Polda NTB saat menjual barang haram jenis Sabu dikalangan Pelajar.

Pasangan suami istri tersebut diringkus di Rumahnya, jalan Suranadi Gang Klinik Soka, Dusun Nyurlembang Daye Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada Lombok Barat, Kamis (6/9) siang.

Saat digerebag, perempuan yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara tersebut saat suaminya sedang tidak berada ditempat. Namun sedang diantarkan barang jenis Sabu oleh seorang kurir untuk dijualnya lagi.

“Saat penangkapan, memang suami KE sedang tidak dirumah. Karena kita sudah memiliki bukti kuat sehingga langsung kami sergap,” ungkap Dit Res Narkoba Kombes Pol Yusfadillah, saat konferensi pers di Polda NTB didampingi Kabid Humas Polda NTB AKBP Komang Suartana, Selasa (25/9).

Dia menuturkan kronologis penangkapan, berawal dari informasi masyarakat, kemudian tim melakukan pendalaman hingga pemantauan lebih dalam demi mengumpulkan barang bukti. Bisa dikatakan, pemantauan cukup lama.

Dimana, pembeli dari kalangan pelajar SMA dan membeli saat pulang sekolah. Setelah didalami dan hasil penyelidikan, yang menjadi Target Operasi (TO) adalah suami dari KE sendiri.

“Kami lihat, yang menjadi sasaran konsumen adalah pelajar di atas umur 18 tahun. Saat suami tidak berada di rumahnya, KE yang menjual,” katanya.

Adapun barang bukti (BB) saat penangkapan yakni narkoba jenis sabu 1,5 gram. Bagi dia, kalau pun BB sedikit, aparat kepolisian tetap memproses karena dampak ke anak-anak yang merupakan generasi penerus.

Selain Sabu, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 3.600.000 diduga hasil penjualaan barang haram tersebut. Rinciannya, Rp 1,7 juta dan Rp 1,9 juta ditemukan dibawah bantal dalam tenda. Kemudian, sebesar Rp 200 ribu ditemukan dalam kantung celana sehingga total Rp 3,8 juta. Selain itu, dua buah HP.

“Sementara suaminya diamankan di BNN NTB,” tururnya.

Akibat perbuatan tersangka dikenakan pasal 114 (1) , pasal 112 (1) dan pasal 131 UU 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana minimila 5 tahun maksimal seumur hidup. (TN-04)

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!