Merasa Dijajah, Warga Pekat Seruduk PT SMS

Dompu, Talikanews.com – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Peduli Masyarakat Pekat (PMP), menggelar aksi demontrasi di depan Kantor PT. Sukses  Mantap Sejahtera (SMS), Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Pantauan media ini, aksi ini dimulai sejak 09.40 wita. Sekitar 50 orang massa aksi berkumpul di depan lapangan bola Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu kemudian menuju didepan Pabrik PT SMS. Pada pukul 10.20 wita massa aksi tiba di depan Perusahaan gula tersebut dan langsung di halangi oleh petugas guna melakukan negosiasi, namun tidak membuahkan hasil kemudian massa aksi melakukan orasi yang diawali disampaikan Mastam SH selaku LBH sekaligus penanggung jawab aksi tersebut.

Menurutnya, kehadiran pabrik sama sekali tidak berpihak ke masyarakat dan meminta kepada aparat agar menangkap dan menetapkan sebagai tersangka Husni Harahap selaku GM Platation PT SMS.

“Saudara Husni Harahap harus segera di tetapkan sebagai tersangka, karena di duga dalan dari semua masalah di Perusahaan ini,” bebernya.

Lanjutnya, hadirnya perusahaan ibaratkan penjajah gaya baru yg menyiksa masyarakat dan tidak berpihak ke masyarakat.

“Untuk itu kami minta pihak keamanan agar netral dalam mengambil kebijakan apalagi ada niat ingin menekan masyarakat demi kepentingan pribadi,” terangnya.

“Kami berhak atas hak yg kami miliki dan wajib hukum dilawan apabila perusahan maupun pemerintah mengambil secara paksa yg menjadi hal masyarakat,” sambungnya.

Dikatakannya, terkait masalah lahan pihaknya sudah mendapatkan keputusan atau kesepakatan bersama baik di tingkat muspika maupun tingkat muspida dengan masyarakat Pekat khususnya.

“Lahan yang sudah dikuasai oleh masyarakat tidak boleh di gusur sebelum ada lahan pengganti. Lahan yg sdh digusur oleh perusahaan PT SMS agar dikembalikan semua dan mengganti rugikan semua tanaman yang ada,” papar Mastam.

Sementara orator lain, bernama Sadam menuturkan penjajahan atau kedzoliman yang dibuat oleh PT SMS telah menyengsarakan rakyat Pekat selaku pribumi asli.

“Untuk itu ia saya ajak semua warga untuk melawan sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Ditambahkannya, penyampaian sikap warga hari merupakan awal dari kebangkitan dan perlawana rakyat.

“Untuk itu Perusahaan harus segera memgambil sikap dan menuhi semua keinginan warga,” tuntutnya.

“Selama ini kami dibohongi oleh perusahaan yang mana perusahaan memiliki Dana CSR. Namun, itu semuan palsu belakan,” tambah Sadam.

Terpisah Orator perempuan bernama Faijah, menyampaikan aksi ini bukan karena pihaknya tidak menerima Perusahaan atau Investasi yang ada.

“Tapi, sebagai warning untuk semua investor dan perusahaan agar jangan tidak berpihak kepada kepentingan. Apalagi warga dan kepentingan kaum pribumi, ” tutunya.

Lanjutnya, sebelum ada solusi atau jawabam apa yang menjadi tuntutan massa aksi.

“Kami tidak akan bergeser dari tempat ini bahkan, akan melakukan tutup jalan,” ancamnya.

Setelah hampir dua jam. Akhirnya, sekitar pukul 12.00 Wita, pihak perusahaan yang di wakili Direksi Pusat, H Masnil dan Helman yang dikawal oleh aparat gabungan Polri dan TNI pun, antaranya Karendal Ops AKP Putu Kardhianto, Kasat Binmas Iptu Sabri, Danramil Pekat Lettu Inf Ibrahim, keluar dan menyampaikan tanggapan.

“Kami perusahaan PT SMS masuk ke wilayah Kab Dompu, atas petunjuk atau tawaran dan ajakan bapak Bupati Dompu H Bambang M Yasin, pada tahun 2013 lalu yangg sebelumnya area HGU tersebut adalah HGU PT Bali Anakardia,” jelas Hilman.

Selanjutnya, HGU di take Over dengan perusahaan PT SMS dengan luas 5600 hektar.

“Artinya tuntutan dan tuduhan warga tentang kami yang mengambil atau menggusur lahan milik masyarakat. Itu tidak benar dan fitnah,” tegasnya.

Setelah ditanggapi, selaku Korlap, Samaila menjelaskan secara satu persatu tuntutannya.

“Pada point pertama kami menuntut PT SMS mengembalikan kebun rakyat yang digusur paksa oleh perusahaan seluas kurang lebih 250 Ha,” ungkapnya.

Point kedua, lanjut sarjana pendidikan ini. Warga meminta kepada perusahaan untuk menggantikan segala kerugian atas tanaman, pondok, pagar yang di gusur paksa di atas kebun rakyat.

Point ketiga, Perusahaan juga harus mengganti kerugian atau memasang kembali pipa air minum yang digusur paksa oleh PT SMS sendiri sepanjang kurang lebih 8 Km.

Point ke empat, warga menuntu agar mengembalikan tanah kuburan rakyat seluas kurang lebih 5 Ha yang sudah di gusur oleh perusahaan PT SMS. Dan, pda point terakhir, Samaila menegaskan, PT SMS segera menggatikan kerugian atau membayar tanah rakyat yang digunakan untuk membuat jalan raya pabrik perusahaan.

“Semua sikap dan tuntutan ini real di lapangan dan tidak kami ada adakan,” tegasnya dengan lantang.

Sekitar pukul 14.00 Wita, kemudian bubar usai membacakan tuntutannya oleh Korlap aksi dengan, dikawal oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri.

Diketahui, aksi ini dikawal oleh tim gabungan Polri dan TNI. Pihak TNI (Kodim Dompu) jumlah 37 orang di pimpin oleh Danramil Pekat Lettu Inf Ibrahim. Dan, pihak Polres Dompu jumlah 80 orang personil dipimpin oleh Karen Ops AKP Putu Kardhianto. (TN-05)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button