Pengadaan Truk Sampah Dinas LH Di Usut Jaksa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sejumlah pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam gerakan anti korupsi NTB mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) untuk mengusut tuntas pengadaan dump truck di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng.

Karena mereka menduga adanya indikasi mark up dalam pengadaan itu. Karena dalam pembelian itu tidak dilakukan secara komplit antara dump truck dengan baknya, melainkan dibeli secara terpisah atau tersendiri.

Atas persoalan itu, pendiri suaka NTB, Bustomi Taefuri meminta Kejari Loteng mengusut hingga tuntas persoalan tersebut. Artinya jangan setengah hati melakukan penindakan dalam kasus.

“Kami akan kawal kasus ini,” katanya.

Apalagi, ia melihat dalam pengadaan dump truck tidak dilakukan secara komplit, melainkan dilakukan pembelian secara terpisah. Sehingga atas hal ini, ia menduga telah terjadi adanya mark up. “Kami minta jangan setengah-setengah usut kasus ini,” ujarnya.

Ketua Formapi NTB, Ihsan Ramdani menegaskan, agar kasus ini ditangani secara serius. Artinya, jangan setengah hati melakukan penyelidikan.

“Pokoknya saya akan terus pantau perkembangan kasus ini, sejauh mana keseriusan kejaksaan menangani kasus tersebut,” tegasnya.

Sementara, Kasi Intel Kejari Loteng, Feby Rudy mengatakan, untuk pengadaan dump truck sejauh ini pihaknya sedang lakukan Pul data.
Bahkan, pihaknya sudah memanggil beberapa pihak terkait. Dan sekarang (kemarin red) pihaknya berencana akan turun langsung ke dealer isuzu tempat pembelian dump truck tersebut.

“Kita tinggal melakukan pemeriksaan terhada dealer saja,” terangnya.

Memang kalau di pengadaannya pihaknya belum temukan adanya persoalan. Karena pengadaannya dilakukan secara e-katalog. Dimana, pagu anggaran dalam pengadaan dump truck itu sebesar Rp 300 juta.

“Sementara ini kami belum dapat simpulkan terhadap laporan masyarakat ini,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button