DPRD Loteng Prihatin Adanya Tambang Emas Ilegal di Kawasan Mandalika, Sugiarto : Segara Ditindak Tegas

Lombok Tengah, talikanews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng), Sugiarto sangat menyayangkan dan prihatin atas terjadinya aktivitas tambang di daerah pariwisata. Terlebih, kawasan tersebut masuk destinasi pariwisata super prioritas. Apalagi tambang emas diduga ilegal di Dusun Kuta 2 dan Desa Kuta Mandalika Kecamatan Pujut makan korban.
Anggota DPRD yang juga Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Praya Timur Pujut Loteng mengatakan, terhadap persoalan itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pendindakan lebih lanjut.
“Kalau memang terbukti ditemukan ada penambangan ilegal, saya harap ditindak lebih lanjut. Gunung itu merupakan zona hijau,” kata Sugiarto, Rabu (10/12/2025).
Diberitakan sebelumnya seorang penambang emas yang merupakan warga Kecamatan Praya Barat diduga tewas ditambang emas ilegal yang berada di Dusun Kuta II Desa Kuta Kecamatan Pujut.
Bahkan tiga orang korban lainnya juga informasinya mengalami luka-luka, diantaranya satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Praya dan dua orang lainnya sudah dipulangkan.
Informasi yang didapatkan dari salah seorang warga Bonder mengaku warganya diduga kuat sedang melakukan aktivitas bersama tiga orang rekannya di salah satu tambang emas di wilayah Desa Kuta. Korban juga saat ini sudah berada di rumah duka, namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kaitan dengan insiden tersebut.
“Diduga memang kejadiannya ditambang emas ilegal, informasinya mereka berempat masuk dilubang tambang. Kepolisian juga sudah mengecek lokasi, ada satu warga saya dan tiganya dari luar desa kami,” Ungkap salah seorang warga
Sementara, Kasi Humas Polres Loteng, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan kabar adanya warga Desa Bonder Kecamatan Praya Barat dinyatakan meninggal.
Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan diketahui satu orang masih dirawat serta dua orang sudah bisa dipulangkan. Hanya saja pihaknya belum bisa membeberkan nama-nama korban lainnya, karena petugas masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya juga belum bersedia membeberkan apakah para korban mendapatkan insiden dilokasi tambang atau tidak.
“Ada empat korban, satu meninggal kemudian satu dirujuk ke RSUD Praya dan dua sudah pulang. Kalau masalah kejadian, mohon bersabar nanti kita infokan setelah mendapat informasi yang lebih jelas dari Polsek Kuta karena masih di TKP. Jadi petugas masih mengecek (Apakah galian emas atau tidak,red),” tutupnya.(TN.06)





