Hindari Penyebaran Paham Radikal, Pelajar SMAN 2 Mataram Diberi Wawasan Kebangsaan

Mataram, Talikanews.com – Ratusan pelajar di SMAN 2 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diberikan pemahaman wawasan kebangsaan oleh Kepolisian Republik Indonesia berkerjasama dengan Kantor Kementerian Agama, Kesbangpoldagri NTB dan Dinas Pendidikan NTB. Langkah ini untuk meminimaliisir penyebaran dan pengaruh paham radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar.

Diskusi ini mengusung tema “Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Untuk Membentengi Dari Pengaruh Intoleransi, Paham Radikalisme dan Terorisme di NTB”, berlangsung di SMAN 2 Mataram, Kamis 3 Oktober 2024.

Wadir Intelkam Polda NTB AKBP Yunus Junaidi mengatakan diskusi ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme serta mencegah para siswa terpapar paham radikalisme dan terorisme terhadap pelajar.

Yunus berharap melalui diskusi dan seminar wawasan kebangsaan ini akan menciptakan generasi bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan tidak mudah terkena hasutan atau terpapar paham paham yang tidak benar.

“Tentu harapan kita kegiatan ini memberikan manfaat bagi para siswa terutama membangkitkan jiwa nasionalis yang kuat tangguh dan tidak mudah terpapar paham radikal dan teorisme,” kata Yunus.

Senada disampaikan perwakilan dari Kesbangpoldagri NTB Jauhari Muslim. Dalam pemaparan materinya penanaman wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah hari harus ditanamkan sejak dini.

Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa, penanaman wawasan kebangsaan sejak dini akan menjadi manifestasi terhadap pembangunan sumber daya manusia di negara ini.

“Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin perlu mencintai bangsa ini dengan sepenuh hati,”ucapnya.

Pembicara dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Laman Abdillah mengatakan intoleransi di Indonesia harus terus di jaga. Sebagai negara majemuk dengan berbagai suku ras dan agama intoleransi menjadi keharusan yang harus dilestarikan dalam dipupuk serta di jaga.

“Akan sangat berbahaya bila toleransi di negara ini tidak di jaga, potensi gangguan kamtibmas terbuka lebar bila toleransi tidak di jaga, maka penting pengetahuan tentang toleransi ditanamkan sejak dini,” pungkasnya.

Diskusi dan seminar wawasan kebangsaan ini dikuti antusias oleh para siswa. Bahkan puluhan siswa yang menjadi peserta diskusi ini mengaku mendapatkan berbagai pengetahuan baru tentang wawasan kebangsaan dan berbagai paham radikalisme serta intoleransi.(TN06)

Related Articles

Back to top button