Kepala SDN Sengkerang Praya Timur Tak Tahu ada Oknum Guru Melakukan Dugaan Pelecehan Seksual, Kadis Dikbud: Tidak Menyangka

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sengkerang, Praya Timur, Lombok Tengah, NTB, Lume, S.Pd, mengaku belum mengetahui kebenaran adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru inisial S, terhadap siswinya yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

“Saya masih menelusuri informasi dugaan pelecehan seksual itu sehingga belum berani memberikan keterangan lebih jauh,” katanya Rabu 7 Februari 2024.

Ia sempat mendengar ada isu oknum guru di sekolah yang dipimpinnya melakukan dugaan kurang baik terhadap siswinya. “Atas informasi inilah, makanya saya turun menggali kebenarannya dek,” ungkapnya via telepon.

Dugaan pelecehan seksual itu muncul setelah salah seoarang wali murid yang enggan disebutkan namanya menceritakan kronologis kejadian pelecehan seksual tersebut.

Berawal ketika oknum guru chating muridnya melalui WhatsApp yang isinya mengarah kepada mengajak muridnya berhubungan intim.

Adapun isi chat oknum guru itu, yakni bertanya soal apa nama tempat keluar kencingnya perempuan, terus kalau laki-laki dengan perempuan masuk ke kamar berdua sambil berpegangan tangan dan lantas apa yang akan dilakukan.

“Kami punya bukti chat oknum guru tersebut. Bahkan banyak chat oknum guru itu yang kami nilai fatal yang terindikasi pada mengajak berhubungan intim,” katanya.

Tidak hanya itu lanjutnya, setelah terhendus chatnya oleh wali murid, oknum guru langsung meminta anak didiknya untuk menghapus semua chatnya yang fatal itu. Hanya saja, untungnya pihaknya mengetahui persoalan ini setalah anaknya memberitahu isi chat oknum gurunya itu.

“Kami sudah simpan semua isi chat oknum guru tersebut, agar tidak bisa mengelak atas perbuatannya itu,” terangnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada dinas pendidikan untuk menindak tegas oknum guru itu. Jika tidak pihaknya akan laporkan persoalan ini ke Polres Loteng. “Kalau tidak ada penyelesaiannya untuk menindak oknum guru tersebut, kami akan laporkan oknum guru itu ke Polres,” tegasnya.

Mendengar hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Loteng, H. L. Idham Khalid tidak menyangka orangnya seperti itu. Padahal bersangkutan dipanggil ustadz di kampungnya.
(Nggih tdk menyangka…orgnya marak menike…uztad dipanggil dikampungnya). (TN05)

Related Articles

Back to top button