Pasca Lebaran, Sirkuit MXGP Lombok Dibangun di Eks Bandara

Mataram, Talikanews.com – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, Lalu Herman Mahaputra memastikan Sirkuit Motocross Grand Prix (MXGP) yang di Lombok akan dibangun setelah lebaran di Eks Bandara Selaparang Mataram. Lantaran Pulau Lombok akan menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) pada Juli 2023 mendatang.

“Awalnya di Tohpati Mataram, tapi pindah ke Eks Selaparang, karena ada beberapa pertimbangan dari Infront. Namun kami masih menunggu rilis resmi dari penyelenggara dalam hal ini Samota Endurance Gemilang (SEG),” ungkapnya, Minggu 2 April 2023.

Sapaan dr Jack ini menegaskan, yang menentukan lokasi Sirkuit untuk MXGP itu yakni Infront, IMI hanya diminta menyiapkan lokasi yang dianggap bagus, seperti Sirkuit 459 Lantan Lombok Tengah, Tohpati dan Eks Bandara. Akan tetapi, setelah melalui proses usulan, lebih diharapkan Eks Bandara Selaparang karena, beberapa fasilitas pendukung seperti parkir memadai.

“Sebagai panitia tentu menyediakan di Tohpati dan Eks Bandara. Tapi dilihat dari fasilitas pendukung lebih bagus di Eks Bandara. Tapi kami kembalikan lagi ke Infron, dalam hal ini SEG sebagai penyelenggara,” ungkapnya.

IMI kata dr Jack, sebagai regulator balap dan sudah menyerahkan keputusan kepada pihak SEG yang nantinya juga diserahkan ke Infront.

“Kalau kami IMI nggak jadi masalah, mau diselenggarakan di Tohpati ataupun di eks Bandara Selaparang, yang penting terselenggara 2 seri di NTB,” tegasnya.

Disinggung jika di Eks Bandara, tentu ada sistem sewa ke pihak PT Angkasa Pura selaku pemilik lahan itu? dr Jack menegaskan, sudah dipikirkan oleh Gubernur, bahkan sudah beretemu Wamen BUMN untuk dibicarakan lebih lanjut. “Intinya MXGP tidak keluar dari Indonesia,” harapan dr Jack.

Saat ini lanjutnya, IMI NTB sedang menyusun rundown rood to MXGP. Kalau Sirkuit Samota Sumbawa, tinggal maintenance saja.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, dalam penyelenggaraan MXGP, pihaknya memiliki fleksibilitas yang tinggi. Sebab, gelaran MXGP tidak ada kaitannya dengan dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.

“Sejauh ini mungkin MXGP akan diselenggarakan di Eks Bandara Selaparang. Namun, kami mesti mendengar suara dari pihak lain, siapat tau ada yang keberatan,” ujar.

Menurut Gubernur, penyelenggaraan MXGP tidak akan terikat dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) layaknya gelaran MotoGP. Sampai saat ini, persiapan penyelenggaraan MXGP masih sesuai rencana.

“MXGP akan diselenggarakan sebanyak dua kali. Seri pertama berada di Kawasan Samota, Pulau Sumbawa. Sedangkan, seri kedua berada di Pulau Lombok,” terang Zulkieflimansyah.

NTB awalnya akan menetapkan Sirkuit Tohpati sebagai lokasi MXGP Lombok, namun mendapatkan kritik. Selanjutnya, menjadikan eks Bandara Selaparang sebagai venue balapan MXGP pun tak lepas dari kritik.

Zulkieflimansyah mengutarakan, selalu ada pro dan kontra. Oleh karena itu, ia mesti mendengar suara dari pihak lain jika ada yang keberatan.

“Membuat sirkuit MXGP tidaklah susah. Walaupun harus pindah-pindah, akan tetap gampang,” pungkas Gubernur. (TN-07)

 

Related Articles

Back to top button