Dewan Minta Benahi Kendala Kegiatan Ekspor dari NTB
Mataram, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB terus mendorong agar volume ekspor produk nontambang di daerah ini ditingkatkan. Sebab lebih dari 90 persen ekspor adalah komoditas galian hasil tambang. Semua kendala yang masih dihadapi seperti masalah jaringan pasar, permodalan dan kemampuan finishing produk agar dicarikan solusinya secara bertahap.
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Abdul Rauf, menyampaikan, dalam beberapa kali rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, ada sejumlah kendala masih dihadapi dalam mengekspor barang langsung dari NTB. Misalnya terkait dengan perizinan dan syarat adminsitrasi lainnya. Ada beberapa jenis komoditas yang sudah bisa langsung ekspor dari NTB, namun sebagian lainnya masih numpang nama di daerah lain.
“Banyak hasil laut kita yang diekspor lewat Bali, terus pakai nama Bali. Begitu juga komoditas pertanian kita banyak yang diekspor dari daerah lain. Misalnya komoditas bawang merah dari Sumbawa dan Bima banyak diekspor lewat Jawa,” kata Abdul Rauf, Kamis 19 Januari 2023.
Ia terus mendorong kepada pemerintah agar barang yang diekspor dari NTB bisa melalui daerah ini. Namun demikian, ada sejumlah kendala yang memang harus terus dibenahi satu per satu. Misalnya terkait dengan pengemasan yang belum sesuai dengan permintaan buyer di luar negeri atau masalah finishing barang yang sesuai standar negara tujuan.
“Ini tentu masih menjadi PR kita. Masak hasil pertanin kita, hasil industri kita namun NTB tak punya nama. Sehingga semua fasilitas penunjang, baik dari sisi ketersediaan pelabuhan laut dan udara agar diseriusi oleh pemerintah,” ujarnya.
Terkait banyaknya aneka kerajinan tangan khas NTB yang ekspornya melalui daerah lain, diharapkan agar semua hambatan yang selama ini dihadapi bisa ditangani dengan baik melalui aksi-aksi kolaboratif dengan banyak pihak. Sebab dengan mengekspor langsung dari NTB, nilai tambah yang akan dihasilkan tentu lebih besar daripada mengirim barang dalam bentuk setengah jadi.
“Produk kerajinan-kerajinan kita peru ditingkatkan kualitas dan daya saingnya agar siap dikirim ke luar negeri,” ujarnya.(TN-red)





