Intensitas Hujan Tinggi dan Angin Kencang tak Pengaruhi Aktivitas Penerbangan di Bandara Lombok
Lombok Tengah, Talikanews.com – Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG, terkait intensitas hujan dan angin kencang beberapa hari terakhir tidak memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok.
Stakeholder Relation Manager Bandara Lombok, Arif Haryanto menyampaikan tidak ada kendala dalam aktivitas penerbangan meskipun cuaca kurang bersahabat beberapa hari terakhir.
“Sampai saat ini operasional penerbangan di Bandara Lombok berjalan normal,” ungkapnya, Minggu 25 Desember 2022.
Arif menuturkan, rata-rata pergerakan penumpang per hari di angka 6.600 pergerakan dari 65 pergerakan pesawat per hari.
“Selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023 terhitung sejak 19-24 Desember 2022 pergerakan penumpang meningkat sebesar 39 persen, dari 27.824 penumpang pada periode yang sama tahun lalu menjadi 38.755 pergerakan penumpang pada Nataru tahun ini,” tuturnya.
Sedangkan pergerakan pesawat meningkat di angka 33 persen dari 291 menjadi 387 pergerakan pesawat dan pergerakan kargo naik 4 persen dari 179.711 kilogram menjadi 187.135 kilogram.
“Untuk sementara, intensitas hujan tinggi beberapa hari dan angin kencang tidak membuat ada kendala dalam aktivitas pergerakan pesawat dan penumpang,” terangnya.
Arif menambahkan, hingga November 2022 kemarin, jumlah penumpang di Bandara Lombok mengalami peningkatan hingga 89,4 Persen.
Bandara Lombok tercatat telah melayani sebanyak 1,79 juta pergerakan penumpang, 19 ribu pergerakan pesawat udara, dan 9.728 ton pergerakan kargo sepanjang Januari hingga November 2022.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 lalu, terdapat pertumbuhan sebesar 89,4 persen untuk pergerakan penumpang, 65,2 persen untuk pergerakan pesawat udara, dan 29,6 persen untuk pergerakan kargo. Adapun catatan pada Januari-November 2021 lalu adalah 945 ribu pergerakan penumpang, 11.500 pergerakan pesawat udara, serta 7.505 ton untuk pergerakan kargo.
“Saat ini, Bandara Lombok melayani enam rute domestik yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Bima, dan Sumbawa Besar, serta dua rute internasional seperti Kuala Lumpur dan Singapura. (TN-red)





