Sampah di NTB Dikelola secara Digitalisasi

Mataram, Talikanews.com – Sampah yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dikelola dengan digitalisasi yakni pola ATM sampah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menerima audiensi PT Mountrash Avatar Indonesia.

Founder dan Direktur Partnership, PT Mountrash Avatar Indonesia Titik Nuraini menyampaikan, perusahaan ini juga bergerak di bidang AKS atau aplikasi bank sampah. ATM sampah adalah dimana bank sampah dan massa beban sampahnya bisa dibuat lebih sederhana untuk kemudian di pilah sampahnya.

Cara menggunakan Dropbox ATM Bank Sampah ini pertama dengan men-download dan registrasi Aplikasi Mountrash, kedua Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan terakhir masukan botol plastik ke DropBOX. Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi.

“Selama ini ingin mengembangkan bank sampah yang konvensional bisa di digitalisasi.ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, di urus secara online,” kata Eni saat ketemu Wagub NTB.

Ia menuturkan, ada Bank sampah yang ada di sekolah digunakan untuk pendidikan karakter, karena dilihat 75 persen orang indonesia tidak sadar akan kedisiplinan dalam kebersihan, jadi akan terukur berjenjang dari Sekolah Dasar hingga SMA.

“Jadi semua akan terdata ibu, seandainya warga di NTB ini sudah berapa yang teredukasi dan pertumbuhan nya seperti apa dalam bulan pertama dst, akan terlihat termasuk sampahnya”, tambahnya.

Harapan dari pihak Mounthrash dapat terjalin kerjasama untuk penanganan sampah di NTB karena dilihat sampah masih jadi masalah bersama, sehingga hadir memberikan solusi dengan cara era saat ini yaitu digitalisasi.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa sampah ini memang harus punya daya tarik menghasilkan uang, dan harus konsisten di upgrade.

“Kalau saya senang sekali, saya maunya tidak hanya sekedar demo saja tapi langsung bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Kendala yang muncul baik itu dari alat-alat, sistem dan penjualan yang tidak lancar, jadi koordinasi pun diminta untuk terus dilakukan. Harapannya sampai hilir dan ada garansi sampah akan terus menerus terbeli. (TN-red)

Related Articles

Back to top button