Produksi Beras di NTB capai 921.212 ton, Distanbun: Ini Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Mataram, Talikanews.com – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Dr. H Fathul Gani menyampaikan stock beras di NTB tahun 2022 masih aman kisaran 51.956,74 ton dengan total produksi beras tahun 2022 berdasarkan KSA sebanyak 921.212 ton/tahun melebihi kebutuhan beras NTB yang seharusnya sebesar 650.545,80 ton/tahun.

“Ini merupakan prestasi yang patut kita apresiasi bersama untuk para petani kita khususnya petani NTB. Salam tani. #maju mandiri modern,” ungkapnya, Rabu 9 November 2022.

Fathul Gani menjelaskan, peningkatan produksi pertanian itu tentu tidak lepas dari keberhasilan penyuluh pertanian dan petani itu sendiri.

Distanbun telah menugaskan 1000 lebih penyuluh pertanian sebagai garda terdepan untuk membantu petani kaitan produksi hasil pertanian.

“Penyuluh pertanian ini kita tugaskan sebagai garda terdepan dalam menyelesaian persoalan petani. Bukan hanya membimbing petani dalam bertani, namun mencarikan solusi supaya hasil produksi pertanian sesuai harapan petani,” kata Gani.

Dikatakan Fathul Gani, selain menugaskan penyuluh petani sebagai garda terdepan. Dinas juga akan membuat aplikasi call center aduan petani Sasak Samawa dan Mbojo (Sasambo) sebagai wadah petani mengutarakan persoalan dalam bertani.

“Sebelum masuk aduan dari petani, penyuluh harus mampu sampaikan informasi terkait apa saja yang akan jadi kendala sebelum dan sesudah bertanam. Misal kaitan cuaca, jika tidak mampu menyampaikan kondisi cuaca, maka kita gandeng petugas BMKG untuk turun menjelaskan kepada petani,” paparnya.

Menurut Fathul Gani, dengan jumlah penyuluh kalangan ASN 987 orang, di tambah non PNS. Dirinya meyakini kedepan petani tidak akan mengalami kendala dalam tertanam. “Bentuk penghargaan kepada penyuluh non PNS, Dinas akan prioritaskan masuk pegawai negeri PPPK,” janjinya.

Untuk mematangkan rencana dan memastikan kesiapan penyuluh sebagai garda terdepan. Dalam waktu dekat akan menggelar temu karya penyuluh se-NTB untuk menukar informasi kaitan kendala di lapangan. Bahkan akan menghadir stakeholder yang ada kaitan dengan hasil pertanian, supaya bisa bertukar pemikiran dan mencari solusi dalam hal memberikan pelayanan kepada petani demi terpenuhi target surplus.

Saya berharap kepada penyuluh supaya tidak menunggu temu karya, tapi lakukan serapan masalah di lapangan, untuk kemudian dicarikan solusi saat temu karya,” tegasnya.

Fathul Gani menambahkan, aplikasi call center aduan petani Sasak Samawa dan Mbojo (Sasambo) dihajatkan sebagai ruang lingkup aduan, seperti persoalan pupuk, benih dan perkebunan.

“Kedepan, petani cukup sampaikan persoalan yang mereka alami di lapangan, tinggal penyuluh turun melakukan pendampingan dan mencarikan solusi,” pungkasnya.

Saat ini lanjut Fathul Gani, sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional dengan luar lahan sawah 266.554,9 hektare, tentu membutuhkan pupuk urea untuk penanaman di lahan sawah 273.123,58 ton dan jenis NPK sebanyak 282.065,58 ton. Oleh karena itu, Distanbun mengusulkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.

Fathul Gani mengaku, peningkatan produksi beras itu sudah disampaikan kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat rapat bersama semua Kepala Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia secara zoom meeting Senin 1 November 2022.

Rapat itu juga membahas data terkait kebijakan dan teknis pelaksanaan perberasan, data stock setara beras dipenggilingan dan stok beras gudang pedagang yang ready dalam sepakan ini, serta faktualisasi data produksi beras bulan September, Oktober, November dan Desember 2022.

Pada kesempatan itu, Mentan meminta kepada semua Kepala Dinas Pertanian melalui Dirjen agar memperbaiki data ketersediaan beras dan gabah di setiap daerah. Karena sangat berpengaruh ketersediaan pangan nasional.

“Apakah kita import atau tidak, tapi kalau tidak terpenuhi stok 1 juta ton beras, maka tentu akan impor untuk kestabilan pangan nasional,” tegasnya saat itu.

Bahkan Mentan meminta supaya semua Kepala Dinas Pertanian agar membuat jadwal rapat bersama di masing-masing perwakilan, misal Indonesia bagian Timur, Pulau Jawa Jawa dan Sumatera.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Kadis memperbaiki data itu,”pintanya. (TN-red)

 

 

 

Related Articles

Back to top button