HKN 2022 Momen Bupati Lombok Tengah Transformasi Layanan Kesehatan

Lombok Tengah Talikanews.com – Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tahun 2022, dijadikan momen transpormasi layanan kesehatan, oleh Bupati Loteng, H. L. Pathul Bahri.

Selaku Inspektur upacara, Bupati Loteng menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan, bahwa HKN 2022 ini mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”.

Tema ini dipilih sebagai gambaran bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara bersama, bahu membahu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi. Harapan, masyarakat Indonesia dapat kembali beraktivitas dan produktif, agar Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

“Tantangan yang dihadapi masih sangat berat. Semua negara di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih,” kata Bupati, membacakan amanat Menkes saat upacara HKN, di Lapangan Bupati, Sabtu 19 November 2022.

Di tengah tantangan yang berat, harus disyukuri, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini dan menjadi negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan total 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai Oktober 2022.

Di samping itu, pada saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional, seperti penurunan Angka Kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurunkan angka stunting pada balita, memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta meningkatkan kemandirian penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Pandemi juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus berbenah, melakukan transformasi pada sistem kesehatan di tanah air. Kemenkes saat ini sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan, sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Adapun fokus 6 pilar transformasi kesehatan adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Hadirin peserta upacara yang saya hormati, dengan rasa syukur dan bangga, saya juga ingin menyampaikan pencapaian presidensi G-20 indonesia bidang kesehatan pertama, pandemic fund yang diusung sejak presidensi G-20 arab saudi, dilanjutkan pembahasannya pada presidensi G-20 italia, kini mewujud nyata dan diluncurkan pada presidensi G-20 indonesia.

Untuk memperkuat tatanan kesehatan global, terutama dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa datang, gagasan besar yang membutuhkan energi dan sesuai standar (untuk pilar ke lima ini pemerintah kabupaten lombok tengah sangat menaruh perhatian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sdm tenaga kesehatan dengan mengusulkan formasi pppk yang lebih banyak setiap tahunnya.

Presidensi G-20 indonesia telah membuat kemajuan dengan mengajak negara anggota G20 memberikan fokus perhatian yang berkelanjutan pada surveilans genomik patogen, sebagai bagian penting dari pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi.

Presidensi G-20 indonesia juga berhasil mengharmonisasi sertifikasi kesehatan pada perjalanan internasional. Membangun interoperabilitas sistem antar negara. Pada presidensi G20 indonesia ini, negara-negara anggota G-20 juga berhasil mencapai kesepakatan agar analisis kesenjangan dan pemetaan jaringan penelitian dan manufaktur vaksin alat diagnosis, presidensi G-20 indonesia juga memberi ruang bagi keberlanjutan pembahasan serta perhatian dunia akan penanggulangan tuberkulosis. implementasi one health, dan perlawanan terhadap resistensi antimikroba.

Hadir Sekda Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, Kadis Kesehatan Provinsi NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, Ketua DPRD Loteng M. Tauhid, Wakil Bupati H. M. Nursiah, Sekda L. Firman Wijaya, Kasdim 1620/Loteng, Mayor Inf. Hardani, Kepala OPD di Lombok Tengah. Asisten, dan para Direktur RS Negeri/Swasta. (TN-04)

Related Articles

Back to top button