Polresta Mataram turunkan 850 Personel gabungan Mengawal Ribuan massa Aksi tolak kenaikan harga BBM

Mataram, Talikanews.com – Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, menurunkan 850 personel untuk mengawal ribuan massa aksi gabungan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, di Kantor DPRD NTB di jalan Udayana Sejak Senin – Selasa tanggal 5 – 6 September 2022.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa, menyampaikan, personel itu merupakan gabungan terdiri dari sebanyak 480 personel Polresta Mataram, dan sebanyak 370 personel Sat Brimob dan Dit Samapta Polda NTB. Jumlah itu lanjut Mustofa, dibagi menjadi dua, yang berjaga di DPRD NTB sebanyak 500 personel, sisanya berjaga di Kantor Gubernur.
“Upaya itu kita lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolresta Mataram, Selasa 6 September 2022.
Mustofa mengatakan, Polisi juga tetap mengedepankan sikap humanis dengan sedikit tindakan represif saat mengawal massa aksi untuk menekan terjadinya aksi anarkis yang dilakukan oleh mahasiswa. Bahkan polisi yang bertugas di pengamanan di minta untuk tidak terprovokasi agar tidak menimbulkan kegaduhan.
“Kita tetap kedepankan sikap humanis dengan sedikit represif supaya masa aksi bisa terkendali,” ujarnya.
Mustofa tidak menampik ada penyusup dalam aksi tersebut dengan niat ingin membuat gaduh. Tetapi aksi itu tidak berlangsung lama dan berhasil terkendali. Bahkan dalam pengamanan tidak ada masa aksi yang di amankan.
Ia mengimbau kepada masa aksi untuk tidak membuat kegaduhan supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. “Kita minta agar masyarakat dalam penyampaian aspirasi dengan aman dan damai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” tutupnya (TN-red)





