Ini Tarif Homestay Murah saat Perhelatan MotoGP di Lombok

Mataram, Talikanews.com – Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, merilis tarif kamar Homestay pada perhelatan MotoGP, bulan Maret mendatang.
Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi mengatakan, tarif kamar homestay masih normal berkisar rata-rata Rp 150 – 450 ribu per malam.
“Rata – rata tarif Rp 150 – 200 ribu per malam, ada juga yang jual Rp 400 – 450 ribu. Itupun yang harga Rp 400 – 450 ribu, merupakan homestay di Lingkar Mandalika,” ungkapnya, Jumat 25 Februari 2022.
Yusron menambahkan, kalau kamar homestay yang jaraknya dari Sirkuit Mandalika cukup jauh seperti di Lingsar – Suranadi, harganya Rp 200-250 ribu per malam.
Yusron juga merilis jumlah kamar homestay dan Sarhunta se- Pulau Lombok sebanyak 3.428 termasuk yang ada di dalam Kawasan Mandalika sebanyak 1.695 kamar, di tambah Sarhunta sebanyak 300 kamar.
Dari data itu lanjut Yusron, yang masih belum terisi atau di booking sebanyak 1.480 kamar plus Sarhunta 150 kamar, yang dominan berada di Lingsar – Suranadi, Kawasan Mandalika, Gili Tramena Lombok Utara, Senggigi, Sembalun, Senaru, Batukliang – Kopang.
Yusron mengaku, semuanya teman-teman pelaku pariwisata sudah di ajak diskusi terkait batasan tarif kamar hotel. Terlebih sudah ada peraturan gubernur nomor 9 tahun 2022 tentang penyelenggaraan jasa akomodasi.
“Sebelum Pergub diterbitkan kita sudah diskusi lebih dari 3 kali,” ungkapnya.
Ditegaskan Yusron, jika teman-teman pelaku pariwisata menjual harga normal, tapi kalau pihak lainnya yang menaikkan harga berkali lipat, yang akan merugi teman-teman hotel, begitu juga dengan daerah ikut merugi.
“Kalau sampai harga naik berkali-kali lipat bahkan ada yang disinyalir sampai Rp 25 juta bahkan Rp 50 juta, kan tidak kondusif. Dari aspek ini kita justru ingin melindungi pengusaha kita agar jangan dimainkan harga oleh makelar atau pihak lain karena ada yang kita dengar, menjual harga hotelnya diluar sana sangat tinggi,” katanya.
Yusron mengajak pengelola hotel, homestay dan jasa akomodasi lainnya, sebelum wisatawan atau penonton MotoGP beralih menginap di tempat lain, supaya optimalkan dulu keterisian dan pilihan penginapan yang ada di lombok dengan memberi harga terjangkau untuk lebih banyak memilih stay di Lombok. (TN-red)





