Kontrak Proyek Puskesmas Batunyala dan Batu Jangkih di Putus, Lidik NTB Menduga Ada Konspirasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kontrak kerja Proyek pembangunan gedung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, sebesar Rp 5.658.585.864,62,- dan Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Rp 5.954.882.953,68,- sudah di putus oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Loteng. Lantaran kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga batas waktu yang sudah ditentukan.
Anehnya, masih ada aktivitas pengerjaan dilakukan oleh rekanan bersangkutan. Hal ini menuai pertanyaan dari Dewan Pimpinan Wilayah LSM LIDIK NTB. Bahkan menduga ada konspirasi antara PPK dengan rekanan.
Ketua LSM Lidik NTB, Sahabudin menyoroti pembangunan Puskesmas Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya yang dikerjakan oleh CV. RM dan Pukesmas Batunyal Kecamatan Praya Tengah yang di kerjakan PT. BLU.
“Aneh kan, sudah diputus kontrak per tanggal 28 Desember 2021, tapi sampai saat ini masih saja dikerjakan oleh CV tersebut, ini kentara ada dugaan konspirasi,” kata Sahabudin, Senin 10 Januari 2021.
Menurut Sahabudin, ketika sudah terjadi pemutusan kontrak kerja terhadap rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan, namun masih melakukan pengerjaan maka, ini sudah melanggar aturan.
“Kami menduga hal ini ada konspirasi dari Dinas Kesehatan,” ujar sapaan Citung ini.
Citung menegaskan, jika benar kontrak sudah diputuskan kenapa sampai saat ini masih dikerjakan oleh CV bersangkutan. Ia juga mempertanyakan terkait jaminan pelaksanaan rekanan. Karena, informasi bahwa, PPK menerima jaminan pelaksanaan proyek tersebut hanya dalam bentuk foto saja, tanpa menunjukkan dokumen asli sebagai dasar jaminan kerja.
“Selain itu, kami mempertanyakan denda keterlambatan proyek itu. Apakah sudah di bayar oleh rekanan atau bagaimana?,” tegasnya.
Citung sangat menyayangkan Puskesmas itu tidak bisa tuntas di awal tahun karena, masyarakat setempat sangat mengharapkan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut. “Kasian masyarakat tidak bisa menikmati pelayanan kesehatan dan harus menempuh belasan kilometer,” tutupnya.
Citung menambahkan, sebelumnya Proyek Puskesmas Batu Jangkih sempat bermasalah karena pondasi hambruk diduga tidak sesuai spesifikasi.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Loteng, H Suardi di konfirmasi mengaku belum mengetahui hal itu sehingga akan konfirmasi terlebih dahulu ke PPK. “Saya akan tanya PPK nya dulu ya,” pungkasnya (TN-red)





