Stasiun Klimatologi Lombok Barat ingatkan tetap Waspada, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi

Mataram, Talikanews.com – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat keluarkan peringatan waspada curah hujan tinggi yang masih berpotensi tinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Petugas Prakiraan Cuaca, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Suci Agustiarini menyampaikan informasi iklim dasarian tanggal 10 Desember 2021. Kondisi terkini iklim di NTB, curah hujan pada dasarian I Desember 2021 umumnya berada pada kategori Menengah (51 – 150 mm/das) hingga Tinggi (> 300 mm/das).

“Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat dengan jumlah curah hujan sebesar 394 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Desember 2021 di wilayah NTB secara umum didominasi sifat Atas Normal (AN), kecuali sebagian kecil Kabupaten Bima, Lombok Timur dan Lombok Tengah bagian utara, serta sebagian kecil wilayah Lombok Barat bagian selatan yang bersifat Bawah Normal,” paparnya.

Ia menyampaikan hasil Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori masih ada hujan pada saat updating (0 hari) hingga sangat pendek (1 – 5 hari) yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah NTB.

“HTH terpanjang terpantau terjadi di wilayah Tanjung, Kabupaten Lombok Utara sepanjang 5 hari kategori sangat pendek,” tutur Suci.

Untuk kondisi dinamika atmosfer lanjutnya, saat ini indeks ENSO masih dalam kriteria La-Nina yang terpantau sudah berlangsung selama enam dasarian terakhir (Indeks ENSO terkini -0,89), kondisi La Nina diprediksi akan berlangsung hingga Juni tahun 2022.

Indeks Dipole Mode terpantau masih dalam kondisi IOD Netral atau Indeks IOD terkini -0.35, kondisi IOD diprediksi cenderung Netral hingga pertengahan tahun 2022.

Secara umum angin baratan sudah mulai memasuki wilayah Indonesia bagian Selatan termasuk NTB. Angin Baratan diprediksi akan semakin aktif dan menguat hingga Januari 2022.

Pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif di wilayah Indonesia. Anomali OLR menunjukkan adanya potensi subsiden kering yang terjadi di wilayah Indonesia bagian Barat hingga Selatan termasuk wilayah NTB hingga awal Dasarian III Desember 2021.

“Rata – rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini terpantau dalam kondisi hangat dan diprakirakan meluruh menjadi Netral pada Januari 2022,” ungkapnya.

Suci Agustiarini menjelaskan peluang curah hujan dasarian II Desember 2021, pada dasarian II Desember 2021, terdapat potensi terjadinya hujan dengan intensitas menengah (>50 mm/dasarian) yang cukup tinggi (>80%), terutama di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara bagian Selatan, sebagian Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa bagian Utara, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima dan Dompu.

Hujan dengan intensitas >100 mm/dasarian berpotensi terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah NTB dengan peluang sebesar 10 – 40%. Terdapat juga potensi hujan dengan intensitas >150mm/dasarian yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat bagian Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa bagian Utara dengan peluang sebesar 10-20 persen.

Suci mengimbau, meratanya musim hujan di Provinsi NTB berpotensi dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas curah hujan secara signifikan.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi bencana hidrometeorologis yang dapat ditimbulkan seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, potensi longsor, dan lain-lain yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal,” tegasnya.

Tetap perhatikan informasi BMKG guna menangantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan anda dan tetap selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini. Website: iklim.ntb.bmkg.go.id. (TN-red)

Related Articles

Back to top button