Jenazah H Suri korban banjir bandang di Batu Layar Lombok Barat ditemukan dalam posisi miring

Lombok Barat, Talikanews.com – Tim dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, dan unsur lainnya berhasil menemukan jenazah H Suri (65), warga Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, yang tertimbun kayu dan seng, dalam posisi miring, sekitar 50 meter dari Rumah korban tepatnya di Rumah saudaranya, pada pukul 15.17 WITA, Selasa 7 Desember 2021.
Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramadhani mengatakan, proses pencarian korban menggunakan alat seadanya, dan ditemukan sekitar 50 meter dari Rumahnya, tertimbun seng dan kayu, pukul 15.17 Wita.
“Dari hari Senin kita melakukan pencarian jazad korban bersama tim. Namun pada hari Selasa 7 Desember 2021, sekitar pukul 15.17 WITA, kita berhasil menemukan mayat H Suri sekitar 50 meter dari Rumahnya, dalam posisi miring,” ungkapnya.
Danrem menjelaskan, posisi rumah H Suri sudah rata dengan tanah karena tegusur air. Sehingga, kemungkinan saat itu, H Suri mau menyelamatkan Sapi nya yang terbawa arus air, namun tersangkut di rumah saudara, tertutup seng dan kayu.
“Alhamdulillah berkat kinerja tim, Jenazah H Suri di temukan dalam kondisi utuh, namun agak sedikit membengkak,” kata dia.
Jenazah H Suri langsung di mandikan, karena mau di sholatkan dan akan di makamkan hari ini juga. Karena 4 jenazah lainnya sudah di makamkan langsung kemarin.
“Kita sudah serahkan kepada keluarganya, ada kepala desa, dan pihak lainnya,” tutur Rizal.
Danrem mengaku, saat pencarian, konsentrasi dua solusi yakni di 2 jembatan yang terhambat kayu, namun Sapi nya korban ditemukan disana dalam kondisi mati. Dengan demikian, ia perintahkan tim menyisir yang rencana sampai pantai, tapi ada titik terang karena Sapi itu.
Danrem mengimbau kepada masyarakat NTB, karena situasi cuaca ekstrim, khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, ketika hujan, segera menyelamatkan diri tinggalkan rumah. “Jangan sampai terjadi kedua kalinya seperti di Batu Layar,” pesannya.
Terkait posko, Danrem menegaskan, posko di bangun di 2 titik, pertama di Bhayangkara Regency, Ranjok dan di Batu Layar. Personil tetap disiagakan untuk membantu masyarakat, dan Dians PU sampai kondisi normal, untuk melakukan normalisasi sungai. (TN-red)





