World Superbike segera di gelar, Lombok Tengah masih kekurangan Kamar Hotel

Lombok Tengah, Talikanews.com – Perhelatan World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika Street Circuit akan dilangsungkan tanggal 19 – 21 November mendatang. Namun ketersediaan Kamar Hotel di Lombok Tengah masih kurang. Oleh sebab itu, Kepala Dinas Pariwisata Loteng, H Lendek Jayadi berharap kepada masyarakat supaya manfaatkan peluang ini.

Lendek Jayadi mengatakan, sejauh ini jumlah kamar hotel dan homestay yang tersedia di Lombok Tengah sekitar 6492 Kamar. Artinya, masih kekurangan sekitar 19 ribu Kamar jika dilihat dengan jumlah tiket penonton WSBK yang disediakan oleh penyelenggara sebanyak 25 ribu penonton.

“Jumlah kamar penginapan yang ada saat ini sebanyak 6492 kamar terdiri dari 3500 kamar Hotel dan 2992 homestay,” ungkap Lendek saat meninjau kesiapan pemerintah Desa Rembitan Kecamatan Pujut dalam menyambut kunjungan kerja Mentri Pariwisata.

Kurangnya fasilitas penginapan itu lanjut Lendek Jayadi, tidak menutup kemungkinan para penonton World Superbike ini akan lebih memilih menginap di luar Lombok Tengah. Bahkan, bisa saja di luar Provinsi NTB.

“Ini terjadi karena kita sangat kekurangan penginapan,” kata dia.

Kondisi ini membuat Lendek Jayadi meminta kepada masyarakat Lombok Tengah agar lebih jeli melihat peluang ini dengan mengemas tempat tinggalnya yang tidak digunakan sebagai tempat menampung penoton WSBK.

“Masyarakat harus mampu mengambil peluang ini dengan menyulap tempat tinggalnya yang tidak digunakan untuk di sewakan ke para penonton WSBK, hitung hitung sebagai tambahan pendapatan di musim pandemi,” ujar Lendek

Sementara itu, Kepala Desa Rembitan Kecamatan Pujut, Lalu Minaksa mengatakan semenjak adanya rencana perhelatan WSBK dan di iringi dengan dibukanya tempat-tempat wisata, membuat jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke rumah adat Dusun Sade mulai ramai.

“Kalaupun di tengah pandemi, rumah adat Dusun Sade tidak pernah sepi,” tuturnya.

Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah Lombok Tengah untuk gencar membantu Pemerintah Desa dalam mempromosikan budaya dan adat yang dimiliki Desa Rembitan.

“Ada 21 Dusun di Desa kami, masing-masing dusun memiliki rumah adat dan budaya yang layak untuk di promosikan,” tutup Minaksa. (TN-03)

Related Articles

Back to top button