Diskriminasi Difabel, Aksi pegiat sosial dan masyarakat Loteng Minta GM AP Bandara Lombok di Copot

Lombok Tengah, Talikanews.com – Adanya diskriminasi terhadap salah seorang penyandang Disabilitas, Lalu Ahmad Fatoni dikenal Bajang Tony, di acara launching pelayanan premium WSBK, oleh anak perusahaan PT Angkasa Pura, dalam hal ini Angkasa Pura Hotels (APH). Memantik emosi pegiat sosial, masyarakat serta Lembaga Swadaya Masyarakat Lombok Tengah.

Belasan pegiat sosial kemanusiaan, pegiat masyarakat dan LSM menggelar aksi solidaritas di depan Bandara Lombok, dan meminta supaya GM Angkasa Pura Bandara Lombok, Nugroho Jati, juga pihak Angkasa Pura Hotels dicopot dari jabatannya.

Koordinator Umum (Kordum) aksi, Apriadi Abdi Negara meminta kepada Direksi PT Angkasa Pura bertanggung jawab atas diskriminasi penyandang Disabilitas yang dilakukan oleh anak perusahaannya dalam hal ini Angkasa Pura Hotels.

“Saya minta kepada Direksi PT Angkasa Pura supaya mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan pengelola kegiatan APH karena telah menzolimi Difabel, termasuk Copot GM Angkasa Pura Bandara Lombok,” tegas Apriadi, Senin 25 Oktober depan pintu masuk Lingkar Bandara Lombok.

Lain halnya dengan Lalu Alamin, pimpinan SWIM. Dirinya meminta AP Bandara Lombok dan APH meminta maaf dihadapan masyarakat Lombok melalui media, bahwa APH telah melakukan kesalahan besar yakni mendiskriminasikan kaum Difabel yang seyogyanya telah di lindungi oleh negara ini.

“Silahkan anda meminta maaf dan mengakui kesalahan fatal yang pernah anda lakukan, di media, dengan begitu kami memaafkan anda,” ujarnya.

Yang bikin miris, di pulau terkenal 1000 masjid dan keramahan penduduknya masih ada terjadi penindasan, pelecehan dan penghinaan masyarakat setempat oleh orang luar yang notabene menumpang mencari rizki di tanah kelahiran Lalu Ahmad Fatoni atau Bajang Tony.

“Apa ia diwilayah yang dikenal1000 masjid masih ada orang yang berhati busuk mengkerdilkan kaum Difabel,” ujarnya

Sekretaris Endri Foundantion, Restu Adam, mengingatkan supaya jangan sekali-kali mendiskriminasikan teman-teman Difabel. Harusnya di rangkul karena mereka butuh pundak kalian, bukan malah mendiskriminasikan mereka.

“Kasih kesempatan kepada teman-teman kita yang Difabel karena saya tau masih banyak yang memiliki skill dan kemampuan lebih dari kita yang normal,” Paparnya.

Terkait hal itu, GM Angkasa Pura I Bandara Lombok, Nugroho Jati, menyampaikan, tidak ada kaitan Angkasa Pura Bandara Lombok dengan kegiatan Angkasa Pura Hotels, karena sejatinya APH ini manajemennya terpisah dengan. Akan tetapi, ini akan menjadi masukan dan pelajaran berharga.

“Terimakasih kepada semua teman-temen yang telah datang hari ini. Saya akan minta nanti pihak APH untuk meminta maaf kepada Bajang Tony dan rencananya Manager APH yang dari pusat akan langsung temui Bajang Tony,” ujarnya.

Dihadapan massa aksi, Bajang Tony mengaku telah memaafkan semua kejadian yang menimpa dirinya dan meminta kepada kepada massa aksi untuk memaafkan pihak APH, berharap jangan ada lagi Difabel di permalukan atau dikucilkan dimana saja.

“Jujur, saya teleh memaafkan semua pihak terkait dan jangan di besar-besarkan lagi. Tetapi apa yang dilakukan saudara kami hari ini, bentuk perihatin dan kepeduliannya kepada saya,” ujar Bajang Tony.

Selaim itu Bajang Tony juga meminta kepada APH agar jangan memberikan sanksi kepada penyelenggara kegiatan yang kemarin.

“Saya minta jangan sampai ada yang di berhentikan dari pekerjaanya hanya gara gara diskriminasi yang terjadi saat itu,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button