Tak Ingin Jadi Penonton di WSBK dan MotoGP, Disnakertrans NTB siapkan Pencaker PBJ

Lombok Barat, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB tidak ingin melihat masyarakat menjadi penonton dibalik event World Superbike 19 – 21 November mendatang dan MotoGP tahun 2022. Oleh karenanya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat siapkan para pencari kerja materi dan metodologi penyuluhan bimbingan jabatan (PJB).
Keberadaan PJB ini bisa membantu seseorang dalam memilih pekerjaan sesuai dengan skill yang dimiliki dan kebutuhan pasar kerja sesuai yang dibutuhkan tenaga Penyuluhan Bimbingan Jabatan (PJB), fungsional pengantar kerja, dan Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK).
“Nantinya mereka yang akan membimbing dan memetakan pencari kerja (pencaker) agar bisa diarahkan untuk mendapatkan pelatihan dalam bentuk hard skilling, upskilling atau reskilling,” ungkap Dirjen. Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan PKK Kemnaker RI, Drs. Suhartono, diacara Bimtek uji coba materi dan metodologi PJB, Kamis 21 Oktober 2021 di Lombok Barat.
Ke depan kata Suhartono, ada sistem menggunakan karir hub yang ada di aplikasi Sisnaker. Karir hub ini, dapat mendeteksi berapa orang yang mendaftar sebagai pencaker beserta skill yang dimiliki. Kemudian yang sudah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan yang lebih baik dan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai diterima kerja.
Selama tahun 2021, ada 8.000 orang yang mendaftar di Karir hub. Data yang diperoleh dari aplikasi Karir Hub, pemerintah bisa mengetahui berapa jumlah pengangguran. Pencari kerja berbeda dengan pengangguran, pencari kerja adalah orang yang sudah bekerja namun mencari tempat kerja lebih baik.
“Kedepannya dengan karir hub diharapkan bisa membantu orang yang tidak bekerja mendapat pekerjaan dan pencari kerja mendapatkan pekerjaan lebih baik lagi,” ujar Suhartono.
Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, pandemi covid-19 disatu sisi berdampak buruk pada sektor kesehatan, ekonomi dan interaksi sosial. Tapi dibalik musibah itu juga ada hikmah dan berkah.
Salah satunya mendorong lebih disiplin, lebih giat dan inovatif, termasuk percepatan transformasi di dunia digital. Pandemi ini tidak hanya meningkatkan pengangguran tetapi juga menciptakan kesempatan kerja baru dengan pemanfaatan dalam bidang teknologi. “Kita tidak pernah membayangkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan, perkantoran dan pelatihan dilaksanakan melalui daring,” kata Aryadi.
Dalam mempersiapkan event internasional dibutuhkan SDM yang memiliki skill mumpuni untuk memenuhi kebutuhan dunia industri. “Jangan sampai kita menjadi penonton di daerah sendiri,” ujar Gede.
Gede Aryadi menjelaskan, kebutuhan dunia industri harus diarahkan sejak dini. Masa SMK dan SMA adalah masa-masa labil. Tiap tahun jumlah pengangguran semakin bertambah,hal ini dipengaruhi oleh lulusan pelatihan dan lulusan sekolah belum inline dengan kebutuhan dunia industri.
“Pandemi memberikan berkah bagi kita untuk mempersiapkan kurikulum agar inline dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik dengan seluruh sektor agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, kita tidak boleh egois,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker RI Dr. Nora Kartika Setyaningrum, melaporkan kegiatan ini bertujuan agar para siswa dapat memilih kejuruan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Kegiatan Bimtek Uji Coba Materi dan Metodologi Penyuluhan Bimbingan Jabatan (PJB) diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari Guru BK, Pengelola BKK Sekolah Menengah Kejuruan/Lembaga Perguruan Tinggi dan Petugas Kios 3 in 1 dan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 21 sampai 23 Oktober 2021. (TN-red)





