Pelajar di Lombok Tengah Tawuran, Irpan menjadi Korban Pembacokan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Tawuran antara pelajar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjadi. Kali ini, terjadi antara pelajar SMKN 2 Praya Tengah dengan pelajar SMAN 1 Praya Timur. Kejadian Sabtu 18 September 2021 tersebut berujung korban pembacokan bernama M Irpan dari SMKN 2 Praya Tengah.

Kapolsek Praya Timur, IPTU Sayum membenarkan kejadian tawuran itu. Namun dirinya tengah meminta keterangan dari korban dan beberapa saksi termasuk seorang terduga pelaku pembacokan.

“Korban sudah kita minta keterangannya dan beberapa orang saksi, guna mendalami motifnya,” ungkap Sayum. Sabtu 18 September 2021.

Petugas juga langsung bergerak cepat meredam agar tidak terjadi bentrok susulan dengan mengamankan satu orang terduga pelaku pembacokan.

“Satu orang terduga pelaku sudah kita amankan, sementara 2 orang lainnya masih dalam penjemputan,” ujar Sayum.

Kejadian itu juga dibenarkan Amaq Ratmisah, orang tua dari M Irpan, merupakan korban pembacokan asal SMKN 2 Praya Tengah.

Ratmisah menuturkan, dari cerita yang diterimanya bahwa, Irpan sedang ngopi bersama temanya. Tiba-tiba datang belasan pelajar SMAN 1 Praya Timur dan langsung menyerang Irpan dan teman Irpan lainnya.

“Saya kaget saat mendapatkan informasi bahwa anak saya ditusuk sesama pelajar. Padahal sepengetahuan saya sebagai wali murid harusnya siswa di pukul 09:30 Wita sedang belajar di ruangan,” ujarnya

Kepala Desa Mujur, Junaidi juga membenarkan di wilayah binaannya telah terjadi pembacokan antar pelajar sekitar pukul 09:30 Wita di warung kopi depan Kantor Camat Praya Timur.

Atas kejadian itu ada dua pelajar menjadi korban pembacokan yakni satu pelajar SMAN 1 Praya Timur dan satu lagi dari SMKN 2 Praya Tengah.

“Kedua korban luka-luka akibat pembacokan, langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Polisi juga sudah turun tangan menangani,” ujarnya.

Junaidi meminta pihak sekolah lebih ketat mengawasi siswa siswanya terlebih SMAN 1 Praya Timur, supaya siswanya tidak keluyuran, mengakibatkan terjadinya tawuran antar pelajar.

“Kami minta pihak sekolah jangan lalai dalam mengawasi siswanya dan saya berharap jangan ada lagi siswa yang nongkrong di jam sekolah,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button