Disnakertrans NTB Latih 50 UMKM Garda terdepan Suplay Kebutuhan Pasar di Tengah pandemi Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB terus melakukan pendampingan dan pelatihan peningkatan produktivitas kepada pelaku Usaha lokal. Tujuannya adalah untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi NTB ini mampu menjadi garda terdepan suplay kebutuhan pasar ditengah pandemi Covid-19. Dengan demikian, diharapkan juga akan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Sebanyak 50 UMKM dari berbagai sektor bisnis di Pulau Lombok difasilitasi pelatihan, diantaranya UMKM pangan olahan, produk-produk kerajinan tenun, dan mutiara. Pelatihan itu berlangsung selama lima hari, mulai Senin-Jumat, 13-17 September 2021 di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi NTB, di Mataram.

Kepala DisnakertransProvinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan ini, upaya mendorong perusahaan UMKM, agar mampu berkembang dan menjadi garda terdepan dalam mensuplay kebutuhan pasar meski ditengah pandemi Covid-19 ini.
“Kita tingkatkan skill dan budaya kerjanya, manajemen usahanya, kualitas produknya. Produktivitas UMKM ini harus terus ditingkatkan meski ditengah Covid-19,” ujarnya.

Penguatan manajemen usaha ini sebagai salah satu bagian dari materi pelatihan. Menurut Gede Aryadi, hal tersebut sangat penting karena sering dijumpai pengelolaan usaha yang dilakukan UMKM masih bersifat tradisional. Contoh, pengembangan modal usaha dicampur dengan pembiayaan kebutuhan rumah tangga. Padahal, manajemen usaha dan manajemen rumah tangga adalah hal beda.

“Modal usahanya kadang-kadang digunakan untuk membeli kebutuhan dapur. Padahal harus dipisahkan, antara bisnis dan rumah tangga,” paparnya.

Pembekalan lain yang ditingkatkan kepada UMKM yang dilatih adalah pengembangan jaringan usaha/pemasaran. Disnakertrans NTB mendatangkan instruktur yang berkompeten di bidangnya. Termasuk materi yang diberikan mengenai branding produk dan usaha.

“Branding produk ini diajari karena rata-rata UMKM ini sudah terbentuk dan memiliki produk. Nah sekarang, bagaimana produk ini bisa dipasarkan nanti, UMKM diajari dan didampingi dari sisi manajemen usahanya,” imbuh kepala dinas.

Melalui dorongan kegiatan-kegiatan seperti ini, UMKM diharapkan meningkat. Baik dari sisi kualitas produk, branding, dan manajemen usaha. Jika harapan tersebut tercapai, otomatis UMKM akan membutuhkan tambahan tenaga kerja atau mampu membuka lapangan usaha baru yang menyerap lebih banyak tenaga kerja. (TN-red)

Related Articles

Back to top button