Sukses, Bupati KSB Curhat Dinamika Program STBM

Sumbawa Barat, Talikanews.com – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, curhat terkait dinamika yang dirasakan selama menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Di hadapan awak media, Bupati dua periode ini menuturkan bahwa program STMB ini sebenarnya, wujud mengembalikan rasa gotong royong sekaligus mengedukasi masyarakat.
“Program ini kita memulai tahun 2016, dan Alhamdulillah Lima Pilar yang ada dalam program tersebut sudah tuntas. Kalaupun begitu, masih ada oknum-oknum ingin merusak Pilar utama kebersamaan atau semangat gotong royong masyarakat,” ungkapnya Kamis 2 September 2021, di Kantornya.
Musyafirin menjelaskan, dalam program STBM ini, ada Lima Pilar pointer utama yakni setop buang air besar (BAB) di sembarang tempat, mencuci tangan menggunakan sabun, minum air yang sudah di olah, tangani sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair.
“Program ini butuh pemikiran, kesabaran yang kuat karena membangun pola hidup dan pola pikir masyarakat, sehingga memakan waktu 7 tahun, akhirnya berjalan sukses,” kata dia.
Musyafirin menuturkan, sebelum memulai pelaksanaan program itu, pemerintah merumuskan prosedur dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumbawa Barat nomor 3 tahun 2016, yang instrumen, harapan supaya dijalankan secara prosedur.
“Dari tahun 2016 sampai 2020, sebanyak tiga pilar sudah berjalan yakni pola BAB, mencuci tangan menggunakan sabun dan minum air yang sudah di olah. Penuntasan awal tahun 2021,” paparnya.
Musyafirin menambahkan, penuntasan Lima Pilar STBM telah memberikan pencapaian dengan hasil yang memuaskan. Berbagai upaya dilakukan, terutama pelibatan secara aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah masyarakat.
“Saya apresiasi ASN yang telah rela berkorban membantu sesama di lingkungan tempat tinggalnya. Demikian pula para agen PDPGR yang telah dibentuk, dan pelibatan masyarakat oleh ketua RT dan Kepala Lingkungan,” tegasnya.
Pada 100 hari pertama periode kedua pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat Dr.Ir.H.W.Musyafirin, MM dan Fud Syaifuddin, ST., dalam menuntaskan dua pilar terakhir yaitu pilar pengelolaan sampah rumah tangga dan pilar pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Kerja keras itu membuahkan hasil, munculnya pengumuman hasil verifikasi Tim Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi NTB yang disampaikan setelah dilakukannya verifikasi terhadap pilar 4 dan pilar 5 di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat, tanggal 10 Juli 2021. Tim AMPL mengumumkan hasil verifikasinya kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan capaian 96,66 persen rata-rata Kabupaten. Angka tersebut masuk kategori sangat baik.
Adapun hasil Pokja AMPL Provinsi NTB atas hasil verifikasi terhadap Pilar 4 dan Pilar 5 STBM KSB secara acak di Delapan Kecamatan dengan satu Desa Sampling yakni Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang dengan perolehan Pilar 4 di angka 92,23 persen dan Pilar 5 sebanyak 95 persen.
Di Desa Mantun Kecamatan Maluk dengan perolehan Pilar 4 di angka 90,90 persen dan Pilar 5 sebanyak 70,20 persen. Desa Beru Kecamatan Jereweh, perolehan Pilar 4 di angka 96,06 persen dan Pilar 5 sebanyak 96,06 persen.
Selanjutnya di Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang perolehan Pilar 4 di angka 82,02 persen, Pilar 5 sebanyak 74,03 persen.
Desa Tapir Kecamatan Seteluk perolehan Pilar 4 di angka 77,55 persen dan Pilar 5 sebanyak 83,33 persen. Desa Tambaksari Kecamatan Poto Tano perolehan Pilar 4 di angka 96,46 persen dan Pilar 5 sebanyak 81,56 persen.
Di Desa Moteng Kecamatan Brang Rea, Perolehan Pilar 4 di angka 100 persen, dan Pilar 5 sebanyak 97,05 persen. Terakhir Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Perolehan Pilar 4 sebanyak 99,16 persen dan Pilar 5 di angka 98,88 persen.
“Kategori yang digunakan dalam penilaian tersebut, nilai dibawah 60 termasuk dalam kategori kurang, nilai antara 70 hingga 80 kategori Baik, dan nilai diatas 80 termasuk dalam kategori sangat Baik,” ujarnya.
Dalam penilaian tim pokja AMPL Provinsi NTB diseluruh Kabupaten/Kota di NTB, hanya Kabupaten Sumbawa Barat yang tuntas lima Pilar STBM. Pilar 1 tercapai 100 persen, Pilar 2 dan Pilar 3 juga tercapai 100 persen, Pilar 4 yaitu 95,77 persen dan Pilar 5 mencapai 96,89 persen dengan capaian rata rata 96,66 persen. Dari persentase capaian rata-rata Kabupaten tersebut, menghantarkan KSB mendapatkan kategori penilaian sangat baik.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak. InsyaAllah KSB akan menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia yang menuntaskan 5 Pilar STBM. Semoga kerja keras ini mampu diwujudkan menuju Sanitasi Aman 2022 serta KSB menjadi Kabupaten Model Sanitasi di Indonesia,” katanya.
Musyafirin juga berharap kepada semua masyarakat untuk mendukung program untuk masyarakat ini. Jika ada sesuatu yang ingin disampaikan, supaya dengan cara yang baik, tanpa merusak pilar utama rencana pembangunan daerah.
“Tidak ada program tuntas 100 persen, kekurangan itu yang perlu kita perbaiki dan dijaga bersama, bukan dijadikan celah merusak semangat masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Kalau ingin menghina pribadi saya, silahkan, tidak akan saya persoalkan. Tapi, jangan rusak pilar progam untuk rakyat,” tutupnya (TN-red)





