SDN Gerantung Gelar Simulasi ANBK Dini untuk Menguji Keterampilan Siswa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Guna meningkatkan dan menguji keterampilan siswa-siswi, Kepala SDN Gerantung bersama guru menggelar simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dini dengan mengedepankan ProKes covid-19.
Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah H Muliawan, mengatakan sebenarnya ANBK akan dilaksanakan pada bulan September nanti. Namun penting bagi sekolah sekolah untuk menggelar simulasi agar siswa terbiasa dengan sistem yang akan digunakan pada saat kegiatan.
“Untuk Sekolah Dasar rencananya ANBK bulan September ini, jadi penting bagi siswa untuk mendapatkan pelatihan lebih dini,” Kata Muliawan, Senin 30 Agustus 2021.
Kepala Sekolah SDN Gerantung, Sri Nuryantini menyampaikan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah yang mana program tersebut merupakan turunan dari Kemendikbud.
“Dengan diberlakukannya ANBK ini diharapkan dapat meningkatkan mutu satuan pendidikan yang dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar,” ujarnya
Lebih jauh ia mengatakan, Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.
“Memang kegiatan ANBK ini merupakan program dari Kemendikbud yang perlu kita dukung mengingat program tersebut dapat meningkatkan kualitas belajar siswa,” paparnya
Dalam simulasi itu pihaknya menerapkan pada siswa siswi kelas V sebanyak 29 orang yang di terapkan dengan sistem persif dengan tujuan menjaga agar tidak terjadi kerumunan siswa di tengah pencegahan penularan virus covid-19.
“Untuk ANBK ini kami hanya melatih siswa kelas V saja,” paparnya
Sementara itu Operator sekaligus proktor ANBK Online, Muh Pauzi membeberkan, dalam simulasi ANBK tersebut pihak sekolah menemui kendala yakni tidak adanya komputer yang dimiliki pihak sekolah sehingga harus meminjam laptop guru yang kebetulan tidak digunakan.
“Ia itu kendala yang kami hadapi saat simulasi ANBK ini, mau tidak mau 29 siswa terpaksa harus bergiliran untuk menggunakan laptop,” tutupnya. (TN-03)





