Diduga Pasien Meninggal akibat Kekurangan Oksigen, Ahmad Mujtahid Minta Gubernur NTB Survei RSUD Praya?

Lombok Tengah, Talikanews.com – Salah satu akun media sosial Facebook milik Ahmad Mujitahid telah menarik perhatian netizen lantaran meminta Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah turun survei stok oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya.

Dalam status Facebook Ahmad Mujitahid itu dituliskan dengan tag Facebook Gubernur “Mohon kepada bapak gubernur Bang Zul Zulkieflimansyah rumah sakit Praya disurvei, banyak yang meninggal karena tidak ada oksigen. Ini pengakuan dari perawatan dan pengakuan dari salah satu penunggu pasien”.

Status Facebook itu memantik komentar Abdul Hakim Lukman “bagaimana dengan berita ini pak Gubernur Bang Zul Zulkieflimansyah?”.

Ahmad Mujitahid yang dikonfirmasi melalui massager membenarkan isi statusnya itu karena apa yang ditulis tersebut berdasarkan pengakuan dari pasien. ‘Nggih (iya) karena itu pengakuan dari pasien,” kata dia.

Disinggung apakah ada hubungan keluarga dengan pasien, Mujitahid mengaku tidak ada “Nggak ada. Hanya pengakuan dari pasien sebelah yang meninggal. Ini nambah lagi meninggal karena telat ada oksigen,” tuturnya.

Apakah Ahmad Mujitahid sedang berada di lokasi saat kejadian? Dia membenarkan. “Ya. Saya sedang disana. Dan langsung saya mendengar, sekitar pukul 20.30 Wita, Sabtu malam 24 Juli 2021,” cetusnya.

Terkait hal itu, Gubernur NTB, melalui Asisten III Setda NTB, dr Nurhandini Eka Dewi akan mengkroscek informasi tersebut. “Saya cek dulu,” ungkapnya, Sabtu malam 24 Juli 2021.

Eka menyampaikan, setelah dirinya berkoordinasi dengan Direktur RSUD Praya, dr Langkir membantah isu banyak yang meninggal dunia karena kekurangan oksigen.

“Masih ada cadangan oksigen di RSUD Praya termasuk suply yang diberikan dari Puskesmas yang ada di Lombok Tengah,” katanya sampaikan bantahan Langkir.

Eka menambahkan, dalam management, oksigen saat ini harus disiapkan cadangan untuk back up kebutuhan oksigen di Rumah Sakit dari semua sumber. (TN-red)

Related Articles

Back to top button