PPKM Darurat Jawa-Bali, Pelabuhan Lembar Diperketat, Logistik ke NTB Aman

Lombok Barat, Talikanews.com – Jajaran Polres Lombok Barat, memperketat pintu-pintu masuk ke NTB, terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di beberapa Daerah Jawa-Bali.

Adapun akses masuk yang diperketat yakni Pelabuhan Penyeberangan Lembar dan Pelabuhan Pelindo III Gilimas Lembar.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar Ipda Irvan Surahman, mengatakan langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak PPKM Darurat di Pulau Lombok, mulai Jumat 2 Juli 2021

“Diprediksi bahwa, selama pemberlakuan PPKM darurat di Jawa Bali, banyak masyarakat memilih ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” ungkapnya, Sabtu 3 Juli 2021.

Dia menjelaskan, Pelabuhan Lembar tidak hanya sebagai akses Masuk Pulau Lombok, namun juga hingga pulau Sumbawa, sehingga pemeriksaan lebih diperkat lagi.

“Melakukan pemeriksaan Orang dan Barang, Pemeriksaan Surat kendaraan dan Surat keterangan Rapid tes antigent bagi penumpang, untuk memastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Irvan Suharman menegaskan, jika ada penumpang ditemukan tidak memiliki Surat Keterangan tes antigent atau kadaluarsa, maka langsung diambil tindakan oleh pihak terkait di Pelabuhan.

“Dilakukan rapid test ulang, bila tidak maka akan dikembalikan ke Pelabuhan asal, jika ditemukan positif terkonfirmasi covid-19, langsung dilakukan Isolasi sementara, yang selanjutnya ditangani oleh Dinas Terkait,” ujarnya.

Menurutnya, Penyebaran Covid-19 yang sangat cepat di beberapa Daerah di Indonesia, membuat pihaknya bersinergi untuk memaksimalkan langkah pencegahan.

“Sebagai langkah antisipasi, dan pengketatan dalam pemeriksaan ini, tidak hanya berlaku bagi penumpang, namun untuk semua pengguna jasa penyeberangan, termasuk mobil logistic yang tiba di pelabuhan,” katanya.

Selain itu, pemeriksaan barang juga juga menyasar Senjata Tajam, Bahan Peledak, Narkoba, serta barang berbahaya dan dilarang lainnya.

“Sampai saat ini Penyeberangan masih terpantau normal, namun demikian langkah ini akan dilakukan secara berkelanjutan, dengan bersinergi dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya.

Disatu sisi, diperketatnya pintu masuk pelabuhan itu tidak berpengaruh terhadap Logistik.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman mengatakannya, kalau untuk logistik yang masuk ke Nusa Tenggara Barat ada pengecualian dari pemberlakuan PPKM Jawa-Bali, artinya tidak ada kendala.

“Alhamdulillah tidak ada kendala terhadap logistik atas pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali itu. Sampai saat ini, logistik yang masuk ke NTB aman-aman saja, ” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button