Bakesbangpoldagri dan Kapolres Loteng Ingatkan Penyelenggara Pemilu jaga Netralitas

Lombok Tengah, Talikanews.com – Menjelang masuknya bulan kontestasi Pilkada serentak tahun 2020. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Tengah berharap kepada para penyelenggara pemilihan umum supaya menjaga netralitas.
Kepala Bakesbangpoldagri Loteng, H Masnun menyampaikan, tanggung jawab dalam mensukseskan Pilkada ini bukan hanya menjadi tugas KPU saja melainkan tanggung jawab bersama antara KPU, Pemerintah, Parpol, dan seluruh elemen masyarakat.
“Yang paling penting adalah dalam pelaksanaan Pilkada, penyelanggara harus tetap menjaga netralitas. Karena apabila penyelenggara sudah tidak netral, pastinya akan berdampak pada konflik sehingga penting menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya, Sabtu 5 September 2020.
Dia juga menyinggung bahwa Loteng merupakan urutan nomor 4 daerah rawan konflik dalam pelaksanaan Pilkada di Indonesia?. Bagi Masnun, tidak seburuk yang dipemikiraan orang-orang itu. Bahkan, pihaknya percaya dalam pelaksanaan Pilkada tahun ini akan berjalan dengan lancar dan aman.
“Penilaian itu dilakukan pada pelaksanaan Pemilahan Legislatif. Tetapi, insya allah Lombok Tengah penilaiannya tidak seburuk itu,” kata dia.
Oleh karenanya, Bakesbangpoldagri terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dan berpartisipasi mensukseskan Pilkada tanggal 9 Desember mendatang.
Tidak lupa juga Masnun mengimbau kepada masyarakat untuk berusaha mencegah penularan wabah Covid-19.
“Saya berharap semua warga masyarakat yang wajib pilih agar tetap menggunakan hak pilihnya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, karena satu suara itu sangat berarti,” cetusnya
Disatu sisi, Kapolres Lombok Tengah (Loteng), AKBP Esty Setyo Nugroho menekankan pada penyelenggara pilkada seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu, agar pada pelaksanaan pilkada betul-betul bersikap netral dan mampu menjalankan perannya. “Penekanan ini belajar dari pengalaman sebelumnya. Kebanyakan terjadinya konflik itu lantaran, ada indikasi keberpihakan dan ketidaknetralan penyelenggara pilkada tersebut,” ujar Esty Setyo Nugroho
Ia juga memaparkan tugas penyelenggara Pilkada merupakan amanah rakyat yang artinya mereka harus betul-betul netral.
“Kalau penyelenggara sudah netral, apapun hasilnya nanti pada Pilkada, pastinya akan tetap diterima oleh calon-calon tersebut,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan, kunci sukses pelaksanaan Pilkada adalah seberapa besar tingkat kepercayaan masyarakat didaerah tersebut dan kepercayaan para kontestan pilkada terhadap proses pelaksanaaan dan hasil pelaksanaan pilkada yang dikelola oleh penyelenggara pemilu baik bawaslu maupun KPU.
“Jika masyarakat dan para kontestan percaya terhadap proses dan hasil pelaksanaan Pilkada, maka potensi konflik dapat di maminilisir dan bahkan besar kemungkinan tidak terjadi konflik apapun,” tutup Esty Setyo (TN-03)





