Pansus Dana Covid-19 DPRD Loteng Mulai Saling Salahkan, Suhaimi: Mundur Berarti Pengecut

Lombok Tengah, Talikanews.com – Panitia Khusus (Pansus) arah penggunaan dana penanganan dan pencegahan Covid-19 DPRD Loteng mulai saling salahkan. Hal itu akibat mundurnya Fraksi Partai Bulan Bintang.
Ketua Pansus DPRD Loteng Suhaimi, menegaskan, Fraksi yang mundur sebelum berperang adalah pengecut. Ucapan itu disampaikan karena, saat rapat bersama Wakil bupati dan Sekda, disepakati untuk bertemu Bupati Lombok Tengah H.Moh Suhaili FT pada Rabu malam.
“Padahal kita sepakat akan membahasnya kembali pada Rabu malam bersama Bupati. Mengenai waktu tempat dan teknis lainnya dibicarakan pimpinan DPRD, ungkapnya, Kamis 13 Agustus 2020.
Pertemuan di Pendopo Bupati, Kamis malam itu adalah kesepakatan. Artinya, tidak ada yang mengundang atau di undang. Namun, dirinya tidak mau mempersoalkan. ‘Iya sudah lah,” kata dia.
Disinggung terkait sikap Fraksi PBB yang keluar dari Pansus Dana Covid-19 DPRD Loteng? Dengan tegas Suhaimi mengatakan, dia (Fraksi PBB,red) pengecut yang merasa kalah bertarung kemudian mundur.
Padahal lanjutnya, pertarungan saja belum dimulai. Itu artinya, menganggap diri paling terhormat, kemudian yang lain dianggap tidak ada, tanpa mengukur indikator apapun inti persoalan.
Mengenai keputusan, pemimpin DPRD merupakan pemimpin semua anggota. Jadi, secara aturan, wajar bila harus mengikuti arahan dan masukan dari pemimpin di lembaga ini.
“Namanya juga pimpinan DPRD. Kecuali lembaga ini dikendalikan pimpinan LSM, seperti Amphibi dan Ormas lain baru kita salah,” ujar Suhaimi
Hasil pertemuan Pansus dengan Bupati. Apa yang pertanyaan itu sudah dijawab pada pertemuan Kamis malam. Apakah jawaban itu dapat diterima atau tidak, nanti pada rapat Pansus yang ambil sikap.
Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT, di konfirmasi terkait hasil pertemuan dengan Pansus DPRD Loteng pada Kamis malam itu memilih diam dan belum ada jawaban sama sekali. (TN-03)





