Semangat Industrialisasi Anak Muda NTB Harus Difasilitasi Pemerintah

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah meminta kepada semua pihak bahwa pengembangan industri di NTB harus benar-benar dituntaskan.

Pasalnya, sejak program industrialisasi digencarkan oleh pemerintah, telah memberi semangat baru bagi para pelaku industri untuk menciptakan berbagai produk-produk lokal yang membanggakan. Oleh karenanya, semangat dan potensi yang mulai nampak dari anak-anak muda NTB itu harus benar-benar difasilitasi dan didukung oleh pemerintah daerah.

“Industri yang kita dorong saat ini, harus benar-benar diwujudkan sampai tuntas,” ungkapnya saat menerima kunjungan dari pengurus organisasi International Council for Small Business (ICSB) wilayah NTB, Selasa 28 Juli 2020.

Dr Zul menjelaskan, kunjungan ICSB itu dalam rangka memperkuat dukungan serta support  bagi UKM/IKM yang ada di NTB termasuk penguatan terhadap data base  jumlah UKM/IKM yang semuanya belum tercover dengan baik.

Dia menegaskan, pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar. Bukan pula dengan produk-produk yang hebat atau industrinya akan menjadi besar, tapi yang perlu disederhanakan adalah mindset berpikir semua pihak bahwa semua mimpi itu membutuhkan proses panjang, kerja keras serta pengalaman yang mendukung. Apalagi semua industri memiliki karakter yang berbeda-beda

“Semua industri berbeda. Ada industri kecil, menengah bahkan ada industri yang lebih maju dan hebat. Mudah-mudahan kita mampu membuktikan semua itu untuk daerah NTB yang kita banggakan,” kata dia

Hal paling mendasar dalam mengembangkan UKM/IKM masyarakat adalah campur tangan pemerintah. Baik menyediakan fasilitas pendukung, ikut mendampingi serta mencarikan peluang pasarnya yang memungkinkan mereka memiliki semangat jiwa untuk terus berkarya. Sehingga program Industrialisasi  yang sudah mulai perlahan dibuktikan oleh tangan-tangan terampil anak muda NTB saat ini benar-benar diwujudkan.

“Kita gak perlu teori yang terlalu banyak, yang penting pelaku UKM/IKM kita bisa hidup bahagia. Dengan cara dibantu dan difasilitasi,” jelasnya.

Bahkan Gubernur menggandeng semua bank yang ada di NTB untuk membantu penguatan dan pengembangan para pelaku UKM/IKM baik dari segi pembianaan maupun modal yang dibutuhkan, supaya kegiatan industri di NTB benar-benar hidup yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Semua UKM/IKM yang kesulitan dengan modal. Kita akan terus berusaha carikan peluangnya. Kita juga akan nyambungi dengan bank-bank,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua ICBS Wilayah NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati mulai memetakan berbagai program kerja ICSB di wilayah NTB. Terutama penguatan data base UKM/IKM kabupaten kota se-NTB.

ICBS merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan UKM serta membangun semangat kewirausahaan di Indonesia. Dibentuknya ICBS wilayah NTB menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah maupun insustri kecil menengah.

“Kami pengurus ICSB sebagai organisasi yang mewadahi UKM/IKM masyarakat siap memberi support dan semangat kewirausahaan bagi masyarakat. Agar memiliki mental kuat untuk membangun usaha ke depan,” tegasnya.

Sebagai organisasi perdana yang dibentuk di NTB, ICSB memiliki hambatan terkait data base maupun jumlah UKM/IKM yang belum maksimal. Begitupun penataan data UKM yang sudah ada belum terlalu rapi. Karena itu, Bunda Niken mengusulkan jalur penataan data UKM di NTB dapat melaui Dinas Perindustrian agar bisa diupayakan dalam mendukung program industrialisasi saat ini.

“Kami akan terus kerja sama dengam dinas terkait dalam upayan penataab data UKM/IKM. Agar semua datanya bisa diaskes oleh siapapun,” jelasnya.

Selain itu, Niken menjelaskan mengenai kegiatan pendampingan kepada UKM saat ini menjadi program prioritaskan oleh pengurus ICSB. Begitu pun dengan masalah legalitas pelaku UKM di NTB sehingga memiliki harapan untuk berkembang dari yang kecil ke usaha menengah.

Kalau itu mampu dilakukan, katanya, langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar bagi UKM agar dapat bersaing dengan pasar nasional maupun internasional.

“Banyak UKM/IKM kita yang ingin maju. Tentu dibutuhkan kerja sama yang semua pihak. Sebab, menjadi Wirausaha bukan sesuatu yg muda. Namun perlu konsisten yang sangat kuat,” ujarnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button